DAMIANUS BRAM/RASO
SHARING: Pedagang Pasar Klewer bertemu kerabat keraton membahas pembangunan pasar darurat, kemarin (1/4).SOLO – Kerabat Keraton Solo tetap akan menguji keabsahan Memorandum of Understanding (MoU) sewa Alun-Alun Utara (Alut) untuk pasar darurat Pasar Klewer antara PB XIII Hangabehi dan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo. Namun hal itu diyakini tak akan menghambat pembangunan pasar darurat.
Ini diungkapkan kerabat keraton Eddy Wirabhumi saat bertemu puluhan pedagang Pasar Klewer di keraton, kemarin (1/4). Hadir pada pertemuan tersebut Pengageng Sasana Wilapa GKR Wandansari, Wakil Pengageng Sasana Wilapa KP Winarnokusumo dan beberapa kerabat keraton lainnya.
Menurut Eddy, pengujian itu salah satunya memastikan apakah MoU memang ditandatangani Sinuhun, atau hanya ditandatangani kuasa hukum Sinuhun, Ferry Firman Nurwahyu.
“Nantinya patokannya Keppres Nomor 23 Tahun 1988 tentang Status dan Pengeloaan Keraton Solo. Di situ ada banyak hal yang menjadi tolok ukurnya. Arahnya ke masalah hukum, apakah memenuhi syarat atau tidak, kami tes dulu,” beber Eddy.
Pengujian keabsahan MoU, lanjut Eddy, tidak akan menghalangi proses pembangunan pasar darurat. “Kalau keraton, pastinya sudah meletakkan kepentingan pedagang di atas segalanya. Makanya kami relatif mengabaikan tata cara peminjaman (alut),” imbuh Eddy.
Lebih lanjut diterangkan dia, pada prinsipnya, keraton dan pemkot sama, yakni ingin memberikan solusi permasalahan kepada pedagang Pasar Klewer. Hanya saja keraton menyarankan dengan cara A, tapi pemkot dengan cara B.
“Semua yang ada di sini (keraton), itu bukan hanya urusan Sinuhun, tapi keraton secara keseluruhan. Kalau mau pakai (sewa alut) harusnya ada tata krama,” tegas Eddy.
Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewe (HPPK) Kusbani menjelaskan, kedatangan pedagang ke keraton untuk bersilaturahmi sekaligus meminta palilah pembangunan pasar darurat di alut. Karena masih banyak pedagang yang belum berjualan dan membutuhkan tempat berjualan.
“Pedagang berharap pasar darurat bisa terealisasi 6 April nanti. Kami juga minta kearifan semua pihak tentang masalah ini. Sampai tiga bulan ini masih banyak pedagang yang belum jualan,” pungkas Kusbani. (can/wa/Nr)