MAGELANG – Polres Magelang Kota tegas dalam mengantisipasi bakal ter-jadinya kembali kerusuhan pascapertan-dingan sepak bola. Kemungkinannya adalah tidak mengizinkan pen dukung tim sepak bola PSS Sleman menonton pertandingan di Stadion Moch Soebroto pada waktu mendatang. Ini menyusul tindakan anarkis yang dilakukan pendukung PSS Sleman, usai menonton pertandingan tim kesayangan mereka dengan PPSM Sakti Magelang, yang berujung perusakan rumah warga, Selasa petang (31/3)
“Kalau sampai terjadi lagi, tidak akan kami izinkan pendukung PSS Sleman datang ke Stadion Moch Soebroto,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho kemarin (1/4).Menurut Zain, pihaknya tak mau ambil risiko, mengingat aksi lemparan batu yang di-lakukan para suporter sudah meresahkan masyarakat. Ia juga meminta pada panitia penyelengara pertandingan bertanggung jawab atas apa yang terjadi.”Untuk saat ini, suasana sudah kembali kondusif. Panitia per-tandingan juga sudah mendata rumah-rumah yang terkena lemparan batu itu, sebagai ben-tuk tanggung jawab. Kerugian dijanjikan akan diganti pihak panitia,” paparnya.
Meski begitu, hingga kini ke-polisian belum bisa memastikan apa motif penyerangan pen-dukung PSS Sleman di Kota dan Kabupaten Magelang. Diduga, kericuhan dipicu ulah bebe rapa suporter yang terlibat saling lempar botol dan saling ejek saat pertandingan masih ber-jalan.”Dugaan ada saling ejek antarsuporter yang terlibat. Namun, kami pastikan insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa atau cidera serius. Meski ada kerugian material, karena sejumlah rumah warga, sepeda motor, dan warung di tepian jalan banyak yang mengalami kerusakan,” jelasnya.
Agar tidak terjadi kerusuhan lagi, polisi bersiap memberi pengamanan yang lebih besar saat kompetisi Divisi Utama mendatang bergulir. Tidak menutup kemungkinan, bila ada indikasi krusial sebelum per-tandingan, Polres Magelang Kota akan mendatangkan tim BKO Brimob Polda Jawa Tengah.”Selain penambahan pasukan dan satuan, kalau berisiko tinggi dan rawan terjadi gesekan, lebih baik nanti kami usulkan per-tandingan tanpa penonton saja,” tegsa Zain.
Mantan Kapolsek Metro Taman Sari ini mengatakan, pihaknya tengah berupaya mencari pe laku yang terlibat dalam aksi peru-sakan rumah warga di Kota Ma-gelang. Kepolisian juga intens melakukan koordinasi dengan polres di wilayah lain.”Untuk pelaku pelemparan masih didalami. Yang jelas, kami mengetahui ada 6 ribu penonton di stadion saat laga PPSM Sakti melawan PSS Sleman,” katanya. (dem/hes/ong)