MUNGKID – Mantan Gubernur Jawa Tengah Mayjen TNI (Purn) Soewardi meninggal dunia di rumahnya di Semarang sekitar pukul 19.30, kemarin (31/3). Upacara pelepasan jenazah mantan Gubernur Jateng 1993-1998 dilangsungkan di makam keluarga Dusun Bendo, Kalikuto, Grabag. Pemakaman dilakukan secara militer dengan inspektur upacara Gubernur Akademi Militer (Akmil) Magelang Mayjen TNI Sumardi.
Saat pemakaman berlangsung, beberapa pejabat daerah maupun nasional turut menghadiri pemakaman. Seperti Bupati Magelang Zaenal Arifin, mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, mantan Mendagri Mardiyanto, Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, dan lainnya.
Rudi, salah satu kerabat almarhum memaparkan, almarhum sempat pulang ke Desa Kalikuto untuk melihat peternakan ayamnya di Desa Gedangan dan Banyusari, Kecamatan Grabag. Kunjungan ke peternakan itu dilakukan Selasa (31/3).
“Pada Selasa pagi hingga siang, almarhum melihat ayam di peternakannya. Sekitar pukul 13.00, beliau pulang ke Semarang,” katanya.
Saat pulang ke Grabag, almarhum kelihatan sehat. Almarhum meninggal dunia setelah terjatuh di kamar mandi di rumahnya Semarang.
Selain pernah menjadi gubernur Jateng, almarhum pernah menjabat beberapa posisi cukup tinggi. Seperti, Pangdam Sriwijaya dan Pangdam Udayana. Almarhum meninggalkan seorang istri, tiga anak, dan enam cucu.
Jenazah Soewardi tiba di Kalikuto, Grabag sekitar pukul 12.00. Sebelum disemayamkan di rumah duka, jenazah disalatkan di Masjid Al Kautsar, Desa Kalikuto. Masjid tersebut merupakan peninggalan almarhum.(ady/hes/mga)