Agnes MarhiloAnnouncer Iradio Jogja
SAMPAI detik ini, hampir semua orang menganggap musik adalah bahasa uni-versal. Maksudnya, berbi-cara menggunakan bahasa musik maka siapa saja yang mendengarkan akan mudah untuk menerimanya. Salah satu announcer ra-dio di Jogja, Agnes Mar-hilo mengaku, musik bisa menghantarkannya jadi seorang announcer. Agnes mulai kecintaanya dengan mengenal music pop yang up beat music. Bahkan dari mendengarkan musik ini, bisa membuat mood nya jadi oke, apalagi kalau lagi bete terus dengerin sambil goyang. Sebagai seorang announcer, enggak boleh menutup ma-ta pada salah satu genre yang disuka. Dia harus berteman dengan banyak genre music. Meski enggak sepenuhnya suka, namun asal bisa mem-buat asik.
Seperti playlist yang biasanya diputar setiap sesi hampir memutar semua genre musik.Saat di luar siaran pun. Ber-jumpa dengan kawan yang berbeda aliran genre mem-buat Agnes enggak menutup diri. Misal, sedang berkumpul dengan teman-teman aliran punk. Aliran yang enggak begitu Agnes suka. Namun dengan cara berdengung bergumam kemudian ber-nyanyi bersama. Di situlah letak bahasa universalnya music. Jangan sampai gara-gara berbeda aliran music menjadikan berbeda jalan pertemanan. Itu enggak banget deh.Musik bagaimanapun punya pengaruh. Karena musik mem-persatukan dan asik. Meski kehidupan diwarnai perbe-daan, tapi kasih enggak menge-nal perbedaan. Apalagi kalo soal perbedaan kesukaan genre musik, bukan alesan buat menjalin persahabatan, justru dari perbedaan kesu-kaan itu membuat kita ber-warna. (rin/man/ong)