SEMENTARA itu, Ketua Umum Slemania (wadah suporter PSS Sleman) Lilik Yulianto mem-bantah pelaku aksi kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik di kota dan Kabupaten Magelang dilakukan anggotanya.Sebab, ratusan Slemania di bawah koordinatornya langsung kembali pulang ke Sleman. Dalam perjalanan pulang, ia menegaskan dilakukan dengan lancar dan kondusif. Mereka puas setelah menyaksikan pertandingan antara PSS Sleman dengan PPSM Sakti Magelang di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang.”Kami malah tidak tahu ada kerusuhan itu. Kami pulang sampai di Sleman baik-baik saja,” ungkap Lilik kemarin (1/4).
Lilik menyebut, ada 500 suporter Slemania yang ikut mendukung laga persahabatan yang berakhir dengan kemenangan tim tamu tersebut. Ia juga mengakui, setelah laga selesai, barisan suporter yang dikoordinatorinya men-jadi yang terakhir keluar dari stadion.”Sebelum kami, ada pendukung PPSM dan PSS Sleman yang lain keluar stadion terlebih dahulu. Mungkin, rombongan yang di depan kami itu (yang melakukan kerusuhan). Karena di sepanjang perjalanan, kami lihat banyak pecahan kaca dan batu-batu berserakan,” terangnya.
Kendati begitu, saat ini pihaknya tengah berupaya meredam insiden semakin memanas. Sesegera mungkin Lilik me-lakukan koordinasi dengan manajemen PPSM Sakti dan Simolodro, wadah suporter PPSM. Terlebih lagi, ia menilai hubung-an antara Slemania dan Simolodro terjalin baik selama ini.”Segera, kami akan menggelar koordinasi dan komunikasi ke Magelang, agar kejadian ini tidak semakin memanas,” janjinya.Sebelumnya, ratusan orang yang diduga suporter PSS Sleman membuat ulah dengan merusak rumah warga di sejumlah titik di kota dan Kabupaten Magelang. Mereka juga merusak sepeda motor warga. Bahkan ada yang sampai menjarah rokok di warung kelontong.”Kami tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba ada rombongan orang yang pakai atribut warna hitam datang dan melempari kami dengan batu. Mereka terus melempari sampai masuk gang kampung. Kami lari bersem bunyi. Sedangkan motor saya sudah dirusak,” ungkap Wahyu Ar-dian,19, warga Kampung Po-ngangan, Keluragan Wates, Magelang Utara.
Aksi anarkis para suporter ter-jadi seusai menonton tim PSS Sleman yang menang tipis atas tuan rumah PPSM Sakti Magelang dengan skor 2-1 di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang. Dalam laga persahabatan tersebut, dua gol PSS diciptakan Rasmoyo menit ke-63 dan Diego Bawono menit ke-73. Satu-satunya gol tuan rumah, diciptakan Delzy di menit 39. (dem/hes/ong)