DOKUMENTASI KEKAYON
TINGKATKAN KUNJUNGAN MUSEUM: Para pengunjung dan pemain wayang orang di sela pemantasan di Pendopo Museum Wayang Kekayon, Berbah, Sleman, kemarin.
SLEMAN – Sebuah gerakan me-ngunjungi museum diteladani Dinas Kebudayaan (Disbud) DIJ. Konsep yang diusung adalah mengunjungi museum di malam hari. Sebagai pembuka, kegiatan ini, digelar Se-lasa di Pendopo Museum Wayang Kekayon, Berbah Sleman. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Disbud DIJ dengan Sanggar Seni Irama Tjitra dan Bersama Aso-siasi Museum Barahmus DIJ. Kun-jungan museum pada malm hari ini menghadirkan pementasan wayang wong. Lakon yang diangkat adalah Gatotkaca Lair dengan melibatkan puluhan seniman.”Kunjungan museum pada malam hari ini sangatlah bagus. Karena hadir dengan konsep yang tidak biasa. Juga mengedepankan bahwa museum itu tidak horor. Jika dikemas dengan me-narik, kunjungan pada malam hari juga tidak kalah seru pada siang hari,” kata Kepala Museum Wayang Kekay-on, RM. Donny S. Megananda (1/4).Pementasan ini melibatkan ketua Irama Tjitra yang juga kepala sekolah SMKI Jogjakarta F. Sunardi. Serta KRT Kuswarsantyo yang kali ini berperan sebagai Batara Narada. Dalam pe-mentasan ini, nuansa wayang wong gaya Jogjakarta sangatlah kuat.Donny menambahkan dengan kemasan tersebut, dapat menguatkan nilai sebuah museum. Salah satunya sebagai ruang edukasi dan laborato-rium bagi khasanah pengetahuan. Selain mampu mengenalkan mu-seum, juga kesenian yang diusung dalam setiap pementasan.”Bisa menjadi program yang efektif untuk menikmati museum. Sehingga program ini perlu dikawal ke depannya. Hadir dengan format-format lainnya yang mampu mengundang pengunjung untuk datang,” ungkapnya.Sementara itu dukungan juga di-berikan oleh Sunardi. Ketua Irama Tjitra mengungkapkan menampilkan Wayang Wong di museum-museum yang tentunya memiliki poin yang kuat. Terlebih Museum Wayang Ke-kayon memiliki banyak koleksi wayang yang unik dan menarik.Menurutnya, program ini dapat memunculkan dampak positif. Ti-dak hanya terhadap pengembangan museum tapi juga penyebaran ni-lai Wayang Wong Gaya Jogjakarta. Sehingga menurutnya program, ini dapat membangun hubungan saling menguntungkan antara ber-bagai macam pihak.”Oleh karena itu, rangkaian kegia-tan ini secara ideal bukan hanya sebagai tontonan, akan tetapi diharapkan menjadi tuntunan untuk membuka mata dan hati berbagai macam pihak terhadap kepedulian mencintai, me-lindungi, dan mengembangkan budaya,” kata Sunardi. (dwi/jko/ong)