RADAR JOGJA FILE
MELAMBUNG: Sejumlah pangkalan mengaku tidak mengetahui naiknya harga gas elpiji tabung gas ukuran 12 kilogram. Konsumen saat ini banyak yang beralih menggunakan gas elpiji ukuran tiga kilogram.
BANTUL – Ternyata, tidak hanya konsumen. Sejumlah pangkalan juga tidak mengetahui naiknya harga gas elpiji tabung gas ukuran 12 kilogram. Ketidaktahuan sejumlah pangkalan dengan kebijakan “diam-diam” Pertamina ini karena gas elpiji non subsidi tersebut memang kurang laris di pasaran.Eko Julianto, pemilik pangkalan di wilayah Bambanglipuro mengatakan, selama tiga bulan terakhir jarang meminta pasokan tabung gas ukuran 12 kilogram kepada agen. Ini karena tabung gas berwarna biru tersebut kurang diminati pembeli. “Apalagi sekarang yang katanya naik Rp 8.000 per tabung. Ini saya juga baru saja mendengar informasinya,” terang Eko, kemarin (3/4).
Eko mengaku terakhir kali meminta pasokan gas elpiji ukuran 12 kilogram tiga bulan lalu sebanyak 10 tabung. Hingga sekarang masih ada empat tabung yang masih belum terjual. Asumsinya, dalam sebulan Eko hanya mampu menjual 2 tabung gas 12 kilogram dalam setiap bulan. “Tiga bulan hanya enam tabung yang laku,” ujarnya.Dia menilai, tidak lakunya gas ukuran 12 kilogram di pasaran karena harganya yang terus merangkak. Sebab, gas elpiji ini memang tak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Konsumen, lanjutnya, saat ini banyak yang beralih menggunakan gas elpiji ukuran tiga kilogram. Alasannya, harga gas elpiji subsidi tersebut terjangkau karena memang mendapatkan subsidi dari peme-rintah. “Ya walaupun di tingkat pengecer harganya menembus Rp 20 ribu per tabung,” ungkapnya.
Senada diungkapkan pemilik pangkalan di Jalan Parangtritis bernama Ari. Menurutnya, gas elpiji ukuran 12 kilogram sepi peminat. Karena itu, dia merasa sudah beruntung dalam sebulan dapat menjual tiga tabung. “Kami kulakan terakhir gas 12 kilogram pada Januari lalu,” jelasnya.Saat itu, Ari meminta pasokan kepada agen sebanyak 20 tabung. Tiga bulan berselang, stok tabung gas non subsidi tersebut masih ada separo lebih. “Sebenarnya kita untung dengan kenaikan ini. Tapi ya tetap sulit men-jualnya,” ungkapnya. (zam/din/ong)