SLEMAN – Jogjakarta yang setiap musim liburan, selalu padat me-rayap (termasuk saat ini yang lagi liburan paskah), mendapat perhatian khusus dari Kapolda DIJ Kombes Pol Erwin Triwanto. Untuk mengantisipasi semua kerawanan yang bisa terjadi saat musim liburan, kapolda siap me-nerapkan aturan baru soal kedi-nasan di lingkungan Polda DIJ hingga tingkat polres dan polsek. “Kita semua tahu, Jogja merupa-kan daerah favorit yang dikunjungi para pelancong. Dan kita tahu, se-tiap ada liburan, Jogja sangat padat. Logikanya, saat seperti itu, polisi sebagai pengayom dan pelayan masyarakat, juga harus ada,” kata kapolda kepada Radar Jogja di ke-diamannya, kemarin (3/4).
Berkenaan dengan itu, Kombes Erwin yang belum satu bulan menjabat Kapolda DIJ ini, telah meminta kepada jajarannya, utamanya melalui para kapolres, untuk mensikapi keadaan ter-sebut. Para kapolres diminta menjadwalkan tugas para ang-gotanya di saat musim liburan. “Seperti saat weekend, atau long weekend, jika perlu polisi yang ber-tugas lebih banyak daripada hari-hari biasanya. Dan saya sudah me-minta para kapolres untuk menjad-walkan tentang hal ini,” tandasnya.
Dijelaskan, saat musim liburan, dari pengamatannya, Jogja selalu padat. Hal itu, bukan tidak mungkin terjadi gesekan, gang-guan kamtibmas, kejahatan, atau kesemrawutan arus lalu lintas. Hal itu sangat tidak diinginkan terjadi. Agar kejahatan atau gang-guan kamtibmas tidak subur di saat-saat musim liburan, maka polisi jangan ikut libur. “Ini juga menjadi kebijakan prioritas. Polisi tidak boleh libur keseluruhan di saat hari-hari libur. Harus tetap ada yang tugas. Bila perlu, nanti jumlahnya diperba-nyak yang bertugas di saat hari-hari liburan tersebut,” tandasnya.
Bukan hanya di jalanan atau tempat-tempat wisata yang ramai saat liburan. Juga dikhawatirkan terjadi tindakan kejahatan lain. Dia mencontohkan, biasanya kalau musim liburan, banyak warga yang ngisi liburan dengan meninggalkan rumahnya. “Apa-lagi Jogjakarta yang dikenal ba-nyak rumah kos-kosannya. Ini juga memiliki kerawanan kamtib-mas yang tinggi,” tuturnya.Lebih jauh dia menceritakan pengalamannya saat menjadi kapolres di Purwokerto. Saat itu, di saat liburan, terjadi pembunu-han di kos-kosan. Itu terjadi, karena kos-kosan sedang sepi. Di mana saat itu, seorang putri tewas mengenaskan akibat di-bunuh. Yang membunuh adalah sang pacar. (mar/jko/ong)