KULONPROGO – Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan mengalami peningkatan cukup signifikan. Hal itu menjadi kerpihatinan bersama. Tren peningkatan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan bahkan mencapai 50 persen. Setidaknya jika dilihat data di tahun 2011 dengan jumlah kejadian 59 kasus, sementara di tahun 2014 naik menjadi 92 kasus.Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo saat membacakan pengantar bupati dalam rapat paripurna (Rapur) DPRD tentang penyampaian tiga Raperda, di gedung dewan setempat, kemarin (2/4). Sutedjo memaparkan, dari 59 kasus yang terjadi pada tahun 2011 rinciannya kasus kekerasan terhadap perempuan sebanyak 32 dan kekerasan terhadap anak 27 kasus.
Sementara di tahun 2012 sempat menurun menjadi 53 kasus, rinciannya 26 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 27 terhadap anak. Sementara di tahun 2013, meningkat lagi menjadi 79 kasus, meliputi 40 kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan 39 kasus kekerasan terhadap anak. “Nah, di tahun 2014 naik drastis menjadi 92 kasus. Dengan rincian kekerasan terhadap perempuan sebanyak 54 kasus dan kekerasan terhadap anak 38 kasus,” paparnya.Menurut Sutedjo, dengan kenaikan jumlah kasus tersebut, tidak berarti upaya pencegahan dan penanggulangan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kulonprogo tidak dilakukan. Bahkan pencegahan cukup intens dilakukan, namun memang masih diakui perlu penguatan kelembagaan yang dapat menjamin efektivitas pelaksanaannya. “Maka sangat diperlukan sebuah kebijakan yang dapat menjamin perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan ini. Sehingga hak-hak mereka semakin terjamin dan terlindungi,” ujarnya. (tom/ila/ong)