DWI AGUS/RADAR JOGJA
TANAMKAN INTEGRITAS: Dr. Ir.Didik Purwadi, M. Ec, saat menyampaikan materi di hadapan 130-an penerima beasiswa LPDP.
SLEMAN – Sebanyak 130-an penerima beasiswa LPDP atau Lembaga Pengelola Dana Pen-didikan angkatan 32 terus men-dapat pembekalan, sebelum keberangkatan mereka ke Inggris, Amerika dan Australia, untuk menempuh pendidikan S2 dan S3. Pembekalan masih berlangsung di University Hotel Sambilegi, Maguwoharjo, Kalasan, Sleman.Untuk memarin, pembekalan disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIJ, Dr. Ir.Didik Purwadi, M. Ec, mewakili Gubernur Hamengku Buwono X.
Menurut Didik, pembekalan ini sangat penting. Terutama untuk menanamkan integritas kepada masing-masing calon penerima beasiswa LPDP.”Integritas itu penting untuk mengenali maupun mengetahui kemampuan diri. Karena dengan integritas, akan memiliki kemam-puan memperbaiki diri sendiri,” katanya saat memberikan pem-bekalan.
Didik menilai, integritas pribadi dapat mempengaruhi sebuah bangsa. Karena tonggak bangsa yang kuat adalah integritas warganya yang mumpuni. Termasuk para pengenyam pendidikan di bidangnya masing-masing.Dengan kuatnya pendidikan, turut menopang kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM). Indonesia, menurutnya, adalah bangsa yang besar. Dari segi sumber daya alam, tergolong besar di antara negara Asean. Sayangnya dari segi SDM, masih tertinggal. Bahkan tertinggal dari Singapura yang tidak memiliki kekayaan SDA.”Perlunya kesadaran di bidang ini, sehingga upaya peningkatan wajib dilakukan.
Setelah itu, optimalkan SDM yang kita miliki. Dengan cara ini, kekayaan yang kita miliki diolah sendiri dan dinikmati oleh bangsanya sendiri,” ungkapnya.Lebih jauh dia menuturkan, Sri Sultan Hamengku Buwono X pernah berkata kepadanya tentang kelemahan pemerintahan daerah. Hal ini terkait dengan leadership dari seorang pemimpin yang kalah oleh akuntan. Sehingga dalam proses pembangunan terganjal pertimbangan, akibatnya tidak fokus pada titik awal.”Contohnya kalau pemerintah sudah menganggarkan kopi susu atau coklat, tiba-tiba hari H minta diganti air mineral. Sehingga kita sangat ketat terhadap kebijakan ini dan belanjakan sesuai rencana. Kalau mau daya saing, harus kompak dan ber-prasangka baik,” ungkapnya.
Didik juga berpesan agar para calon mahasiswa memiliki jiwa Dharma Bakti yang tinggi. Sebab, dalam beberapa kasus setelah mendapatkan beasiswa, khusus-nya keluar negeri, lalu rasa nyaman. “Sehingga mengakibat-kan tidak ingin kembali ke Indonesia,” ungkapnya.Dharma bakti dilakukan dengan cara menerapkan ilmu yang didapat. Beragam metodologi ini diterapkan untuk menguatkan SDM. Alhasil kesuksesan ilmu tidak hanya menjadi konsumsi pribadi, juga bermanfaat untuk khalayak luas.”Kaitannya dengan integritas, karena kita masih menganut sebuah sistem yang kuat. SDM kita masih gaya centris, jika di atas hebat maka semua baik. Sehingga ketika leader di atas baik, turut mempengaruhi di bawahnya. Juga menerapkan pengabdian sesuai dengan kebidangan ilmu masing-masing,” pesannya.
Acara yang berlangsung hingga 5 April mendatang ini dikemas menjadi beberapa pembekalan. Pembekalan ini terkait penguatan pola pikir, penanaman nilai luhur bangsa Indonesia, dan internalisasi nilai-nilai dan budaya LPDP.Pembekalan mendatangkan narasumber yang berkompeten. Mulai dari Menteri Luar Negeri RI Retno L.P., Marsudi, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Dewan Pengawas LPDP Prof. Ainun Na’im, Ph.D, Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. Sekre-tariat Wakil Presiden RI dan Dosen FE UGM Dr. Denni Puspa Purbasari, M.Sc.Hingga saat ini, PK telah berjalan mulai dari angkatan pertama hingga angkatan ke-32. Meng-angkat tema Indonesia, Aku Padamu angakatan 32 memberi-kan beragam program. Mulai dari program pembekalan, pengayaan, kepemimpinan, hingga persiapan keberangkatan merupakan nama-nama PK yang pernah ada. (dwi/jko/ong)