SLEMAN – Nama Sri Purnomo kian men-guat sebagai satu-satunya bakal calon bupati yang diusung DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Sleman. Sekretaris Umum DPD Sadar Narima mengungkapkan hal itu di sela persiapan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PAN Sleman 2015 di As-rama Haji, Jalan Ring Road Utara, tadi malam (4/4). Sadar mengklaim, nama incumbent ter-sebut muncul melalui konklusi dan dis-kusi rapat harian, serta pengamatan kader yang melibatkan semua elemen partai. Nah, hasilnya diperkuat dalam forum forml yang lebih tinggi, melalui rakerda. Sadar berharap, forum tertinggi setelah musyawarah daerah itu menyepakati usu-lan DPD untuk mengusung Sri Purnomo dalam bursa pilkada 2015. “Memang ha-rus minta persetujuan DPW dulu. Insya Allah kami sepakat supaya sikap politik yang diambil segera ada penetapan,” ung-kapnya.
Kendati begitu, Sadar menyadari PAN saja tak cukup untuk mengusung calon sendiri. Regulasi mengatur, partai peng-usung calon dalam pilkada harus memi-liki sekurang-kurang 20 kursi di DPRD. Pada pemilu legislatif 2014, partai ber-lambang matahari ini mendudukkan enam kadernya di lembaga parlemen. Dengan begitu, PAN butuh sedikitnya satu mitra koalisi. Itu mengingat saat ini jumlah fraksi minimal di legislatif empat orang. PAN tak hanya ingin menggalang ke-kuatan dari partai yang sebelumnya ter-gabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Sadar memberi sinyal kemungkinan untuk menggeret partai yang masuk Koalisi In-donesia Hebat (KIH). Sebaliknya, Sadar tak menampik kemungkinan partai di KMP yang punya sikap lain. Hanya, dia berha-rap lebih banyak partai berkoalisi me-ngusung Sri Purnomo. “Kami hargai sikap politik masing-masing,” ujarnya.
Partai KMP yang intens berkomunikasi di antaranya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sedangkan dari KIH adalah Nasdem. Menurut Sadar, pendekatan politik tak hanya dilakukan partai. Sri Purnomo juga telah melakukan komunikasi dengan partai-partai calon mitra koalisi.Pemilihan calon wakil bupati menjadi agenda seri ke dua. Untuk kepentingan ini, Sadar menyerahkan sepenuhnya ke-pada koalisi. Belum muncul nama untuk bakal pendamping Sri Purnomo. “Nanti seleksi dulu. Bakal calon bupati akan di-libatkan untuk menentukan calon wakil-nya,” paparnya.Terpisah, Sri Purnomo menyatakan siap maju bursa pilkada periode ini. Hanya, soal siapa pendampingnya, Sri menyera-hkan sepenuhnya pada partai pengusung. “Ikuti arah dan petunjuk partai pengusung,” katanya.Plt Ketua DPD Partai Nasdem Sleman Surana memberi sinyal positif. Meskipun partai yang memiliki lima kursi di DPRD Sleman tersebut belum menetapkan satu nama, lantaran masih menunggu rekomen-dasi DPP. “Kami partai terbuka. Siap dia-jak koalisi partai apa pun tanpa memilah KIH atau KMP,” ujarnya.
Partai Nasdem mengusulkan dua nama untuk calon bupati dan tiga calon wakil bupati. Menariknya, tak satu pun nama adalah kader Nasdem. Untuk calon bu-pati adalah Sri Purnomo (PAN) dan Su-kamto (PKB). Sedangkan calon wakil bupati terdiri atas Lastiani Warih Wulan-dari (PDIP), Farchan Hariem (PPP), dan Kabul Muji Basuki (Kades Tridadi, Sleman).”Kami usul putera terbaik yang ada dari hasil penjaringan dan jemput bola,” katanya. Surana mengatakan, penetapan nama ditentukan oleh survei lembaga independen dari pusat. (yog/laz/ong)