SETIAKY/RADAR JOGJA
MENGENASKAN: Jenazah Parno saat dibawa ke RSUP Dr Sarjito untuk diotopsi, kemarin (4/4).
KULONPROGO – Parno, 55, warga Pe-dukuhan Kamal, RT 65 RW 29, Pendowo-rejo, Girimulyo, Kulonprogo, tewas menge-naskan di depan rumahnya dengan kon-disi luka bacok, kemarin (4/3) dinihari. Diduga kuat aksi kekerasan berujung maut ini dipicu persoalan perselingkuhan yang melibatkan korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologis kejadian bermula saat korban tengah tertidur di kamar bagian depan rumahnya. Korban kemudian terbangun ketika ada orang mengetuk pintu. Saat korban membukaan pintu, aksi pemba-cokan pun terjadi. Tragisnyai, aksi keke-rasan diketahui istri korban, Mujiyem, 55.”Istrinya mendengar suara suaminya membuka pintu. Tidak lama kemudian mendengar suara orang terjatuh. Ia ke-mudan teriak memanggil suaminya ada apa, saat keluar melalui pintu depan rumah lainnya. Saat itu sang istri melihat pelaku lari, orangnya pendek berkerudung sarung,” ungkap Ponijo, Ketua RT 65/29 Kamal.
Menurut Ponijo, korban memang sudah lama memiliki permasalahan (perselingku-han dengan salah satu tetangga, Red) sekitar setahun terakhir. Mereka bahkan menjalan-kan usaha penggilingan padi keliling (huller) bersama, kendati masing-masing masih memiliki istri dan suami yang sah.”Sudah pernah diproses di Polsek, kami sebenarnya juga sudah lama memberitahu, dirapatkan di rapat-rapat RT, namun hubung-an itu nampaknya tetap berlanjut,” ujarnya.
Saat ditemukan, korban sudah bersim-bah darah dengan luka di punggung sisi kiri, perut sisi kiri, dan paha sisi kiri. Kor-ban sempat dilarikan ke RS PKU Muham-madiyah Nanggulan. Namun setiba di rumah sakit korban meninggal. Korban kemudian dibawa ke RSUP Dr Sardjito Jogja untuk diotopsi.”Luka-luka itu akibat benda tajam ber-upa luka sobek. Bahkan luka di punggung panjangnya mencapai 12 centimeter sam-pai terlihat tulang iga. Ada juga luka kecil-kecil seperti lecet,” terang dr Adhika Banu, dokter jaga RS PKU Muhammadiyah Nang-gulan.Kasat Reskrim Polres Kulonprogo AKP Ricky Boy Sialagan saat dimintai konfir-masi juga membenarkan telah terjadi kasus pembunuhan.
Petugas sudah mel-alukan olah tempat kejadian perkara (TKP).Hasil olah TKP menunjukkan, korban membuka pintu dan keluar dan sempat menutup pintu kembali. Hal itu dilihat dari tidak adanya ceceran darah di dalam kamar. Ini diperkuat pengakuan istri kor-ban yang tidak mendengar suara teriakan dari korban, sehingga kemungkinan pela-ku berhasil membekab korban. “Ada juga ditemukan beberapa percikan darah di pintu dan daun pintu di sekitar TKP. Setelah korban jatuh, pelaku lari ke arah bawah. Istri korban mengaku kurang begitu jelas siapa pelakunya, tapi sempat melihat pelaku mengenakan sarung untuk menutup kepala. Istrinya melihat langsung pelaku lari, dia juga mendengar waktu ada yang mengetuk pintu,” terangnya.
AKP Ricky menjelaskan, pihaknya hingga saat ini masih terus mendalami kasus terse-but, sehingga apa motif dari kasus pembunu-han itu belum bisa dipastikan. Namun dari TKP, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa handuk dengan lumuran dar-ah dan robek akibat benda tajam.Pelaksana Jabatan Kapolsek Girimulyo Iptu Supriyadi menambahkan, sebelum-nya memang ada kasus perselingkuhan. Namun pihaknya belum bisa menyim-pulkan apakah ada kaitannya dengan kasus pembunuhan kali ini.Kapolres Kulonprogo AKBP Yuliyanto me-nyatakan, sejauh ini pihaknya telah meme-riksa sedikitnya lima orang saksi, baik dari keluarga maupun tetangga korban. Ken-dati demikian, belum ada titik terang untuk menentukan tersangka termasuk mengung-kap apa motifnya. (tom/laz/ong)