RADAR JOGJA FILE
BAYI SEHAT: Ada baiknya ASI diberikan dari bayi berumur 0 bulan hingga enam bulan. Setelahnya baru bisa diselingi dengan susu formula ataupun makanan pendamping ASI, tidak ada salahnya bayi mencoba beragam makanan pendamping.
PEMBERIAN air susu ibu (ASI) bagi bayi sangatlah penting. Terutama dalam pemberian ASI eksklusif untuk bayi yang baru dilahirkan. Dalam beberapa kasus ASI tidak langsung keluar begitu sang ibu melahirkan.”Bayangannya kalau ASI tidak langsung keluar itu tidak normal. Padahal bayi bisa bertahan tanpa ASI 3 x 24 jam setelah dilahirkan. Biarkan bayi menempel pada payudara ibunya, mungkin di rentang tiga hari ini baru keluar. Jika memang lebih dari rentang waktu baru diberikan susu formula untuk bayi,” ungkap Ahli Gizi Ineka Anditabita. Rd.MPH.
Tabita, sapaannya, mengungkapkan, ada baiknya ASI diberikan dari bayi berumur 0 bulan hingga enam bulan. Setelahnya, baru bisa diselingi dengan susu formula ataupun makanan pendamping ASI. Tujuannya menjaga kesehatan dan imunitas bayi.Kandungan imunitas dalam ASI sangatlah baik bagi bayi. Terutama untuk menjaga kekebalan tubuh dan gizi bayi. Sayangnya, masih ada orang tua yang percaya ASI kurang begitu baik untuk bayi. Ini karena adanya perbedaan fisik antara bayi dengan ASI dan susu formula.”Fisik bayi dengan ASI memang berbeda jika dibandingkan dengan susu formula. Bayi dengan ASI terlihat kurus jika dibandingkan dengan susu formula. Tapi ASI merupakan kandungan gizi yang optimal dan benar-benar dibutuhkan oleh bayi. Gemuk bukan berati sehat, meski susu formula juga bukan berarti tidak baik,” katanya belum lama ini.
Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah mengenai makanan pendamping ASI. Selepas usia enam bulan, bayi sudah bisa memakan makanan pendamping. Untuk usia ini tidak ada salahnya bayi mencoba semua makanan pendamping. Tidak hanya didominasi satu makanan pendamping saja.Kesalahan yang kerap terulang adalah makanan pendamping terlalu monoton. Ini bisa diakibatkan kekhawatiran orang tua ketika bayinya alergi atau tidak suka. Padahal dengan mencoba beragam makanan pendamping, bayi dapat lebih dapat mengenal jenis makanan.”Terkadang kalau bayi suka sop, yang dimasak sop terus. Wajib semua makanan tidak hanya berulang di satu makanan. Kalaupun ada alergi kita pasti tahu dan tidak mengulang lagi ke depannya. Setidaknya bayi memiliki banyak alternatif makanan pendamping,” katanya.
Terpenting dari semua ini adalah menjaga higienitas untuk bayi. Mulai dari perlengkapan bayi hingga makanan untuk bayi. Tujuannya menghindarkan bayi dari sakit pencernaan. Terutama untuk penyimpanan ASI perah.”Perhatikan suhu penyimpanan freezer dan kebersihan botol untuk menyimpan. Jangan lupa berikan label tanggal pada setiap botol. ASI perah ini sifatnya hanya untuk jaga-jaga, jadi kalau selalu berinteraksi dengan baik, alangkah baiknya langsung ASI dari payudara,” pesannya. (dwi/ila/ong)