DWI AGUS/RADAR JOGJA
SELEKSI: Sebanyak sepuluh seniman muda yang terpilih untuk mengikuti program beasiswa Program Seniman Pasca Terampil (PSPT) di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) tahun ini.
BANTUL – Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) tahun ini membuka Program Seniman Pasca Terampil (PSPT). Bersama Bakti Budaya Djarum Foundation program ini telah menjaring sebanyak 10 seniman muda lintas disiplin.Program beasiswa ini bertujuan mengembangkan potensi seni seniman muda. Menurut Direktur Eksekutif Yayasan Bagong Kussudiardja Jeannie Park, seniman harus berkembang. Tidak hanya belajar dari disiplin ilmu yang didapat, namun berani keluar dari zona amannya.”Seperti semangat yang dimiliki pak Bagong yaitu tidak hanya menjaga dan melestarikan namun juga mengembangkan. Sehingga kesenian dapat terus mengikuti dinamika yang ada. Juga menjadi kekuatan bagi para seniman untuk berkarya secara kreatif,” kata Jeannie saat jumpa media di PSBK belum lama ini
Jeannie menambahkan, ke-hidupan berkesenian itu selalu bertumbuh. Bahkan, menurutnya, seni bisa menjadi sebuah investasi di masa depan. Apalagi Jogjakarta yang memiliki kekayaan dalam bidang seni dan budaya. Langkah para seniman muda ini tidak hanya berkarya untuk dirinya sendiri. Namun bagaimana sebuah karya dapat bermakna di masyarakat. Terutama dalam menghiasi dinamika kehidupan berkesenian. Sedangkan untuk program ini, para seniman dapat belajar lintas disiplin ilmu seni yang belum dipelajarinya. Menghadirkan berbagai ruang seni seni para seniman. “Bagiamana para seniman seni rupa belajar seni peruntunjukan, begitu juga se-baliknya. Sebagaimana almarhum pak Bagong yang terkenal sebagai maestro di bidang seni rupa dan pertunjukan,” ungkapnya.Program ini rencananya berlangsung selama sepuluh bulan, dari bulan Maret hingga Desember mendatang. Sepuluh seniman muda terpilih setelah melalui proses seleksi dua tahap. Para seniman ini terlebih dahulu diuji oleh tim kurasi PSBK yakni Citra Pratiwi, Dwi Arti Handayani, Tita Dian Wulansari dan Nunung Deni Puspitasari.
Sementara itu, Perwakilan Bakti Budaya Djarum Foundation Adi Pardianto menilai, program ini dapat mengembangkan seni di Indonesia. Selain itu, dapat mengembangkan potensi seniman muda sehingga proses regenerasi budaya Indonesia dapat berjalan dengan baik.”Melalui PSPT penerima beasiswa mampu mengembang-kan berbagai keterampilan diri sebagai seniman secara mandiri dan lebih mendalam. Sehingga diharapkan seniman muda Indonesia semakin produktif dan semangat untuk terus mempelajari budaya Indonesia,” ujar Adi.Setelah melalui proses seleksi dua tahap oleh tim kurasi PSBK, terpilihlah sepuluh seniman terpilih dari berbagai penjuru Indonesia. Para seniman ini adalah Andreas J. Tousalwa, Arif Hanungtyas Sukardi, Asep Prasetyo, Dian Permata Sari, Gendra Wisnu Buana, dan Harik Giarian Hafidz. Adapula Helmi Fuadi, Lukman Santoso, Rosalia Novia Ariswari dan Wisnuaji Putu Utama. (dwi/ila/ong)