DWI AGUS/RADAR JOGJA
ARSITEK: Maket desain bangunan yang dipamerkan dalam Wiswakharman Expo (WEX) 2015 yang digelar di ruang pamer Taman Budaya Yogyakarta (TBY) belum lama ini.
Arsitek tidak hanya mengenai ilmu tentang rancang bangun. Pertimbangan etika dan estetika menjadi poin penting dalam merencanakan sebuah bangunan. Hal ini diungkapkan dalam Wiswakharman Expo (WEX) 2015 yang digelar di ruang pamer Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
PAMERAN ini tidak hanya menyajikan sisi keindahan arsitektur. Mengusung nilai efisiensi dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Apalagi saat ini pertumbuhan manusia semakin bertambah dan lahan semakin sempit.”Menyajikan rancang bangun yang efisien meski lahannya sempit. Contohnya bangunan yang ditata secara vertikal sehingga bisa dihuni banyak orang,” kata Ketua WEX 2015 Fitriadi Pujasakti, baru-baru ini.WEX 2015 mengusung tema Live The Future Live The Culture.
Tema ini, menurut Puja, sapaannya, mengedepankan bangunan dengan konsep budaya. Pemilihan tema ini karena Jogjakarta memiliki kekuatan dalam hal budaya.Budaya tidak hanya tercermin dalam seni dan tingkah laku, namun juga bangunan. Beberapa bangunan yang mencerminkan budaya terletak di Kotagede. Bangunan-bangunan ini, menurut Puja, menganut beberapa nilai filosofi.Nilai ini telah diwariskan dari nenek moyang. Mulai dari bangunan gapura hingga bangunan inti memiliki nilai budaya yang kuat. Penerapan nilai ini merupakan filsafat yang diadaptasi dari perjalanan hidup manusia.”Jogjakarta sangat identik dengan budaya. Sehingga bangunan-bangunannya pun mencirikan kekuatan ini. Melalui WEX ini juga mengajak khalayak umum untuk menjaga nilai-nilai ini,” katanya.
Pameran yang digarap oleh mahasiswa Arsitek UGM angkatan 2012 terbagi menjadi tiga tim, Code, Seturan dan Kotagede. Setiap tim menampilkan maket desain bangunan sesuai tema. Selain Kotagede dengan budayanya, tim Code menyoroti efisiensi bangunan. Ini diwujudkan dalam maket rumah susun vertical, di mana bangunan ini mampu menampung banyak penghuni. Selain itu, nilai bangunan tetap mempertahankan etika dan estetika dalam membangun. Apalagi daerah Code dekat dengan ekosistem sungai. (dwi/ila/ong)