SLEMAN- Pilkada Sleman masih Desember mendatang atau kurang lebih delapan bulan lagi. Namun suhu politik di bumi Sembada mulai menggeliat. Arus dukungan dari sejumlah pihak terhadap beberapa figur mulai bermunculan.
Salah satunya seperti dialami anggota DPRD DIJ Sukamto. Sejumlah pihak secara terbuka menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan bagi politikus PKB itu untuk maju menjadi Sleman-1.
“Pak Kamto merupakan tokoh yang tepat untuk memimpin Sleman ke depan,” ungkap Suyono , dukuh Bedingin, Sumberadi, Mlati, Sleman kemarin (5/4).
Suyono yang juga dikenal pegiat Paguyuban Dukuh Sleman “Cokro Pamungkas” ini memprediksi Sukamto bakal menjadi rival kuat incumbent Bupati Sleman Sri Purnomo. Keduanya, lanjut Suyono, punya plus minus masing-masing.
Sebagai incumbent, Sri Purnomo memiliki jaringan di lingkungan birokrasi. Sedangkan Sukamto sebagai anggota dewan, dikenal dekat dengan masyarakat. Ini karena latar belakang dan profil pria yang
merayakan ulang tahun setiap 10 Agustus yang merakyat. Meski demikian, laga pilkada 2015 ini akan berbeda dengan perhelatan politik pada lima tahun silam. Saat itu, Sri Purnomo yang berpasangan dengan Yuni Satia Rahayu, masih aktif menjabat sebagai Plt bupati Sleman sekaligus merangkap menjadi wakil bupati. Ini karena Bupati Sleman Ibnu Subianto harus nonaktif karena terjerat perkara korupsi buku ajar. Sri Purnomo menggantikan posisi Ibnu.
Sedangkan pada pilkada kali ini, Sri Purnomo dan Yuni kemungkinan besar pecah kongsi. Yuni ditengarai maju sendiri melalui PDIP. Ketika pilkada dihelat pada Desember, Sri Purnomo tidak lagi menjabat bupati. Ia lengser dari posisi bupati pada Agustus 2015 atau empat bulan sebelum pilkada digelar. “Kondisi dan situasi politiknya akan gayeng,” ungkap Suyono.
Selain dukuh, dukungan terhadap Sukamto juga disuarakan Sekretaris Forum PAC PKB Sleman Alex. Ia menyatakan, forum PAC se-Sleman sepakat bulat mengusung ketua DPW PKB 2004-2009 itu sebagai satu-satunya calon yang diusung PKB. “Insyaallah juga menjadi satu-satunya calon dari kalangan nadliyin,” kata pria yang juga menjabat ketua PAC PKB Kecamatan Depok, Sleman ini.
Koordinator Banser Sleman Hendro juga mengungkapkan hal senada. Mayoritas organisasi di lingkungan NU Sleman seperti Fatayat, Banser dan Anshor, sepakat mendukung dan menyukseskan pencalonan Sukamto sebagai bupati Sleman. “Tidak ada calon lain,” tegasnya.
Dihubungi terpisah, Sukamto menanggapi dengan dingin. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan tersebut. “Semua kembali pada rakyat,” katanya.
Secara blak-blakan Sukamto menyatakan tak ada masalah dengan posisi bupati maupun wakil bupati. Baginya menjabat kedua jabatan itu adalah amanat. “Yang terpenting bagaimana menyejahterakan masyarakat. Rakyat sakit berobat tak membayar,” ungkapnya.
Sukamto berharap dalam pilkada mendatang akan banyak calon atau pasangan calon yang maju. Ia juga ingin semua pasangan yang maju memiliki program yang nyata sebagaiaman tawarannya. Ia merasa senang dan gembira bila semua calon mempunyai gagasan dan program riil untuk rakyat sebagaimana dirinya. “Kalau nggak punya program seperti itu, jangan dipilih,” ajaknya.
Tentang nasib pencalonnya, termasuk melalui partai atau koalisi partai, Sukamto belum bersedia terbuka. Ia masih merahasiakan dan mengaku menyerahkan pada timnya. Tim suksesnya terdiri dari berbagai latar belakang. Ada ulama, tokoh masyarakat, politisi dari berbagai partai dan figur-figur dari lintas agama.
“Kami berharap nanti yang muncul dan memenangkan pilkada adalah kader PKB sekaligus orang NU. Saatnya orang NU dan juga kader PKB diberikan kesempatan memimpin Sleman,” ungkap ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD DIJ ini. (amd/din/mga)