GUNUNGKIDUL – Polisi tidak tebang pilih dalam menindak pengendara yang tidak dispilin, termasuk para pelanggar yang merupakan anggota korps berseragam cokelat sendiri. Hal itu terlihat di pelataran Mapolres Gunungkidul, belum lama ini.Sejumlah anggota profesi dan pengamanan (propam) memeriksa kelengkapan anggota yang hendak masuk ke markas. Mereka diminta menunjukkan surat-surat kelengka-pan kendaraan. Bila tidak ada, me-reka langsung menilang di tempat.”Sebelum melakukan penertiban keluar (melaksanakan operasi Simpatik Progo), anggota harus tertib terlebih dahulu,” kata Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Polres Gunungkidul Ipda Kusnan Priyono.
Menariknya, dari ratusan anggota yang diperiksa, 15 di antaranya tidak disiplin. Sebanyak sepuluh orang meng-gunakan kendaraan bermotor dengan kaca spion satu. Sedangkan yang tidak menggunakan sabuk seragam seba-nyak tiga orang, tanpa kartu tanda anggota (KTA) satu orang dan surat tanda kendaraan mati satu orang. Seluruh anggota yang terjaring kemu-dian didata oleh petugas untuk diberi sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan.”Bagi anggota yang terjaring razia, akan diberi sanksi sesuai dengan ting-kat kesalahan. Dengan penegakan internal ini, kedisiplinan seluruh ang-gota meningkat sehingga menjadi contoh baik bagi masyarakat,” ujarnya.Sementara itu, Panit Humas Pol-res Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan, setelah penegakan disiplin bagi internal kepolisian, kemudian dilaksanakan Operasi Simpatik Progo 2015. (gun/ila/ong)