JAKARTA – Berita-berita “mengerikan” soal tingkah anggota kepolisian seakan tak pernah habis. Kali ini dua polisi meninggal dunia secara mengenaskan dengan menembak kepala mereka masing-masing. Satu peristiwa di Aceh, dan yang lainnya di Makassar, Sulawesi Selatan.
Polri belum menemukan motif dua anggota ini mengakhiri hidupnya. “Masih di dalami motifnya,” tegas Kabag Penum Polri Kombes Rikwanto, Senin (6/4).
Peristiwa pertama menimpa Bripka Oktavianu, 35, anggota Polsek Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat (3/4) pukul 15.00. Dia tewas setelah menembak kepalanya sendiri di rumah mertuanya di Dusun Selatan, Desa Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Bireuen.
Peristiwa kedua terjadi, Sabtu (4/4) pukul 7.50 Wita. Kali ini, Brigadir Arifin, dari Unit Provost Polsek Manggala, Makassar, Sulsel, mengakhiri hidupnya dengan menembak kepalanya menggunakan pistolnya sendiri usai apel pagi.
Rikwanto menuturkan, terkait kasus di Makassar, saat bertugas Brigadir Arifin dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan hubungannya dengan keluarga dikenal harmonis. “Keluarga tidak ada masalah,” tegasnya.
Karena itu, Polri akan menggali apakah almarhum Arifin punya masalah di luar seperti terkait pertemanan maupun bisnis.
Sedangkan yang kasus Aceh, kata Rikwanto, juga masih di dalami. “Motif digali, belum disimpulkan,” katanya. Polri, kata dia, juga akan melibatkan psikolog untuk pendampingan keluarga korban. (boy/jpnn)