JOGJA – Komunikasi antara legislatif dan eksekutif di Kota Jogja yang akhirnya membuat pembahasan APBD selalu molor, tampaknya harus segera di-perbaiki. Sebab, karena kebun-tuan komunikasi politik itu masyarakat mulai merasakan dampaknya. Salah satunya mengenai realisasi program dan kegiatan tahun 2014 silam.Pemkot Jogja mencatatkan rekor sebagai buntut dari ba-nyak program dan kegiatan yang tidak bisa terealisasi tahun lalu. Alhasil, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) 2014 hampir mencapai setengah triliun rupiah atau tepatnya Rp 433 miliar. Angka ini tertinggi dalam Silpa sejarah Pemkot Jogja.”Ada banyak penyebab ke-napa Silpa ini terlalu besar,” tandas Kepala Dinas Pajak Dae-rah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Jogja Kadri Reng-gono, akhir pekan lalu.
Kadri mengurai, masalah pem-bahasan yang molor dari jadwal berdampak serius. Sebab, karena pembahasan yang harus mundur tiga bulan dari tenggang waktu tersebut membuat kegiatan dan program tak bisa direalisasikan.”Kegiatan dengan anggaran besar di DBGAD (Dinas Bangu-nan, Gedung, dan Aset Daerah), Kimpraswil (Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah) tidak berani untuk dilelang,” tutur mantan Kepala Bidang Anggaran DPDPK ini.Jika dipaksakan lelang, sam-bung Kadri, mayoritas peker-jaan fisik tersebut tak bisa se-lesai sampai akhir 2014. Pada-hal, kalau pekerjaan tak selesai selama se tahun masa anggaran, akan berdampak terhadap pe-nilaian Badan Pemeriksa Keu-angan (BPK). ” Juga dampak hukum lain,” lanjutnya.
Anggaran yang akhirnya tak direalisasikan, menurut dia, juga ada yang berada di Badan Lingkungan HIdup (BLH) Kota Jogja. Kegiatan untuk penam-bahan taman-taman kota tahun 2014 silam tak bisa direalisasikan. Soal ini, Kadri tak merinci penye-babnya. “Di BLH kegiatan yang berhubungan dengan pertama-nan yang menjadi persoalan,” terangnya.Di Peraturan Daerah (Perda) No 4 tahun 2014 tentang APBD 2014, APBD Kota Jogja setahun Rp 1,422 triliun. Itu untuk ren-cana belanja tahun lalu. Sedang-kan pendapatan setahun silam sebesar Rp 1,210 triliun. Sedangka Silpa, Rp 00,00.Tahun 2013, pembahasan APBD yang juga molor, juga berdam-pak terhadap Silpa. Tahun 2013, Silpa mencapai Rp 303 miliar. Atau untuk Silpa tahun 2014 ini mengalami kenaikan mencapai Rp 130 miliar dari tahun lalu.
Mengenai peningkatan Silpa itu, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti memastikan tak akan meng-ganggu prestasi administrasi Pemkot Jogja selama ini. Predi-kat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama empat tahun berturut-turut tetap akan bisa diraih.Sedangkan mengenai kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tak bisa mereali-sasikan anggaran, HS, sapaan akrabnya, telah dianggarkan kembali tahun ini. “Demi per-timbangan hukum dan yang lain, memang lebih baik dipending. Sesuai dengan asas prioritas,” jelas HS. (eri/laz/ong)