SETIAKY/RADAR JOGJA
MERTI KALI: Kepala BLH DIJ Joko Wuryantoro (kanan) terjun langsung di Sungai Code, kemarin.
JOGJA – Kegiatan merti kali yang diinisi-asi Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIJ bukan hanya mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat pegiat sungai. Ka-langan akademisi juga menaruh perhatian dengan agenda tersebut.”Program ini sejalan dengan Deklarasi Nagoya. Dari deklarasi itu dunia sepakat untuk sama-sama menyelamatkan dan me-rawat sungai. Di sini juga saya ajak maha-siswa dari Kyoto
Maka ke depan siap-siap saja warga di Sungai Code ini dida-tangi orang-orang asing. Dunia akan mencontoh kegiatan ini,” ucap Wakil Rektor UGM Prof Dr Suratman MSc ketika ikut mem-berikan sambutan dalam kegia-tan merti kali di Sungai Code yang dipusatkan di Keparakan, Mergangsan, Kota Jogja, kema-rin (5/4).Merti kali di Code ini merupa-kan kegiatan lanjutan yang dia-dakan di Sungai Winongo pada minggu lalu (29/3). Sedangkan Sungai Gajahwong dilakukan Minggu (12/4) depan. Suratman yang membidangi penelitian dan pengabdian masyarakat me-nyatakan program merti kali ini juga melibatkan 11 perguruan tinggi.
Baginya, universitas punya kewajiban memelihara dan me-rawat sungai. Ia ingin mengeta-hui para civitas akademika ter-jun ke sungai. “Luar biasa bila nantinya rektor dan guru-guru turun ke sungai. Ini belum per-nah terjadi,” katanya.Wakil Wali Kota Jogja Imam Priyono mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat mendu-kung merti kali tersebut. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan dari TNI dan Polri yang nyeng-kuyung kegiatan ini,” ucap IP, sapaan akrabnya.IP juga menghargai bila pena-taan dan pengelolaan sungai-sungai di Kota Jogja menjadi percontohan bagi kota-kota lain seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang.”Mungkin lain ladang lain be-lalang lain lubuk lain pula ikan-nya. Kebersamaan ini harus kita jaga, dan sungai harus mem-berikan manfaat bagi warganya,” imbuhnya.
Merti kali itu diawali dengan laporan Kabid Pengendalian Pencemaran BLH DIJ Agus Se-tianto. Ia menjelaskan, merti kali berlangsung salama 10 bu-lan dari Maret hingga Desember mendatang.Sedangkan Kepala BLH DIJ Joko Wuryantoro kembali meng-ingatkan pentingnya memper-baiki kualitas sungai di DIJ. Khususnya tiga sungai yang melintasi perkotaan yang men-jadi sasaran merti kali tersebut. “Lingkungan dan sungai yang baik dan istimewa mendukung keistimewaan Jogja yang isti-mewa,” ingatnya.Di mata Joko, mengidentifi-kasi perilaku masyarakat yang baik dapat dilihat dari kualitas sungai di sekitarnya. “Nek kali-ne resik iku pertanda perilaku wonge becik (bila sungainya bersih pertanda perilaku orang-nya baik),” tegasnya.Setelah seremonial, ratusan relawan dan pegiat sungai dengan semangat terjun ke Sungai Code. Mereka bahu membahu membersihkan ane-ka sampah yang ada di dasar sungai yang membelah Kota Jogja tersebut. (amd/laz/ong)