Jhosephine Dhebora Anastatia Jhose

 
Kuliah boleh saja ambil jurusan akuntansi. Tetapi soal karir, Jhosephine Dhebora Anastatia Jhose justru ingin banting setir dari bidang keilmuannya. Yakni, menjadi seorang host dan master of ceremony (MC). “Nanti penginnya malah jadi penyiar radio atau TV,” tutur Dhebora, sapaan akrabnya, saat menceritakan keinginannya ketika lulus kuliah nanti kepada Radar Jogja kemarin (5/4). Dara kelahiran Batam, Kepulauan Riau, ini sejak lama memang memiliki tekad menjadi seorang host maupun MC. Dia seolah menemukan ‘dunianya’ dengan menjadi seorang pembawa acara. Meskipun Dhebora sendiri belum pernah mengambil privat khusus menjadi seorang host maupun MC. “Otodidak. Suka melihat orang lain saja,” ujarnya.
Pengalaman Dhebora di dunia host kian bertambah sejak setahun terakhir. Ya, mulai tahun lalu dara kelahiran 11 Maret 1996 ini mendapatkan kesempatan menyalurkan bakatnya di salah satu radio swasta di Jogja. Nah, di radio ini pula Dhebora dapat berjumpa dan satu radio dengan salah satu penyiar radio yang menginspirasinya menjadi seorang pembawa acara. “Namanya Faris Pengky. Dia berhasil menginspirasi karena gokil,” tuturnya. Dunia host sebetulnya bukan satu-satunya yang digeluti Dhebora. Mahasiswa semester IV ini juga terjun dalam dunia modeling. Namun demikian, dunia yang ikut membesarkan namanya ini berlahan mulai ditinggalkannya karena sejumlah pertimbangan. “Baru model foto saja. Yang lain belum,” ungkapnya.
Apa mendapatkan dukungan penuh dari keluarga menjadi seorang pembawa acara? Dhebora mengaku orangtuanya mendukung penuh keinginannya. Sekalipun orangtuanya sebetulnya berangan-angan dirinya menjadi seorang akuntan.
“Kuliahnya juga karena disuruh,” kelakarnya sembari menegaskan dirinya bakal tetap menyelesaikan kuliahnya hingga menjadi seorang sarjana.
Di sela-sela kesibukan kuliah dan nge-host, Dhebora juga tetap meluangkan waktu untuk sekadar menghibur diri. Tak seperti remaja putri pada umumnya, Dhebora memilih futsal sebagai salah satu sarana menghibur diri. Bersama teman-teman
kampusnya, setiap akhir pekan Dhebora rutin bermain futsal bersama. “Kenapa harus malu ikut futsal. Toh, ini juga nggak mencuri atau merugikan orang lain kan,” tutup anak semata wayang Jito Nur Cahyo ini. (zam/laz/ong)