RIZAL SETYO N-BAHANA /RADAR JOGJA
MEMUASKAN: Para pemain PSS Sleman merayakan gol Ahmad Sembiring ke gawang PSIR Rembang dalam laga persahabatan di Maguwoharjo International Stadium (MIS)kemarin(4/4).
SLEMAN- Meskipun menang meyakinkan 4-2 atas PSIR Rembang di laga uji coba di Maguwoharjo International Stadium (MIS) kemarin (5/4), masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi pelatih PSS Sleman Jaya Hartono. Itu harus dia lakukan Sleman sebelum benar-benar merumput di Divis Utama 26 April mendatang.Jaya pantas melakukan evalua-si kepada timnya, setelah ke-bobolan dua kali. Menurutnya hal itu dapat diminimalisasi jika koordinasi dan marking pemain dapat berjalan lancar.”Pemain sangat longgar dan saya menilain-nya terlalu menganggap enteng lawan,” ujarnya usai laga.
Kemenangan ini sekaligug menjadi hatrick kemenangan Jaya dalam menjalani uji coba semenjak ia melatih PSS Sleman menggantikan Siswanto. Dua kemenangan lainnya dicatat saat melawan PSBK Blitar dan PPSM Magelang.Karena itu pelatih yang pernah menukangi Persik Kediri itu me-minta, ke depan pemain harus lebih disiplin dalam penjagaan pemain, utamanya saat tidak me-megang bola. “Saat bertahan harus ada yang menjaga dan memarking. Jangan sekali-kali memberi ruang,” tegasnya.Di laga kemarin, tim berjuluk Super Elang Jawa ini unggul lebih dulu lewat sepakan pemain tengah M Rifki di menit 5. Keunggulan berlangsung dua puluh menit sebelum pemain depan Laskar Dampo Awang, julukan PSIR Rembang Rudi Susanto me-nyamakan skor tepatnya di menit ke dua piluh lima babak pertama.Gol Rudi lahir lewat kerja sama dengan Zaenal Arifin yang menyi-sir di sisi kiri permainan PSS. True pass Zaenal tidak mampu dianti-sipasi barisan pertahanan PSS.
Selang enam menit kemudian, tuan rumah kembali unggul lewat Dicky Prayoga. Namun empat menit sebelum turun minum, se-pak pojok dari sisi kiri pertahanan tuan rumah berujung petaka. Me-manfaatkan sepak pojok yang dieksekusi Kusen Riyadi, pemain belakang Heru W yang maju ke depan berhasil menceploskan si kulit bundar dan menutup babak pertama dengan skor 2-2.Selepas rehat, tuan rumah ber-main lebih cepat dan mengambil inisiatif penyerangan. Beberapa kali tusukan-tusukan dari sisi kiri dan kanan pertahanan PSIR cukup membahayakan. Bahkan penjaga gawang Nanang H harus berjibaku mempertahankan ga-wangnya sebelum akhirnya men-galami cedera dan digantikan Erik Ardiles di menit ke 65.Intensitas serangan PSS me-maksa pemain belakang PSIR beberapa kali melakukan pelang-garan di luar kotak penalti. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kapten Ahmad Sembi-ring yang dua kali melesakkan bola dengan canon ballnya masing-masing di menit ke 75 dan 83. Sampai peluit panjang dibunyikan tuan rumah unggul 4-2.
Pelatih PSIR Rembang M Rukin mengakui para punggawa PSS meliki kecepatan lebih dari pe-mainnya. Di samping itu, Rukin juga memuji kemampuan ekse-kusi mati yang dimiliki Ahmad Sembiring. Ya, akibat bola-bola mati inilah, tiga gol PSS Sleman tercipta ke gawang anak asuhnya. “Mereka juga punya canon ball yang baik. Ini pelajaran bagi kami untuk tidak sering mem-buat pelanggaran di wilayah kotak 16,” terangnya.Meskipun kalah, Rukin tetap memberikan pujian pada skuad-nya. Menurutnya, para pemain PSIR telah mampu menerapkan strategi yang diharapkan. ” Ternyata anak-anak mampu menikmati. Bermain dalam tekanan dan di-rugikan wasit ternyata mampu menampilkan permainan terbaik,” katanya. (bhn/cr3/din/ong)