YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA OPTIMISTIS: Wakil Ketua Umum DPP PAN Ahmad Hanafi Rais ikut hadir dalam Rapat Kerja Daerah DPD PAN Sleman kemarin (5/4).
* Diusung dalam Pilkada Sleman 2015
SLEMAN- Teka-teki siapa tokoh yang bakal diusung DPD PAN Sleman dalam bursa pilkada 2015 terjawab kemarin (5/4). Rapat Kerja Daerah DPD PAN Sleman yang dihelat di Asrama Haji, Jalan Ring Road Utara memutuskan, salah satunya tentang calon bupati yang bakal diusung partai berlambang matahari itu.
Nama Sri Purnomo memang cukup lama disebut-sebut sebagai calon tunggal yang akan diusung PAN. Kepastian muncul setelah rakerda dan silaturahmi kader dari tingkat kabupaten hingga rayon di padukuhan itu. “Keputusannya aklamasi. Pak Sri resmi ditetapkan sebagai calon tunggal bupati yang kami usung,” ujar Sekretaris Umum DPD PAN Sleman Sadar Narima.
Meskipun begitu, lanjut Sadar, putusan tersebut masih harus dimintakan persetujuan dan pengesahan ke DPW PAN DIJ.
Rakerda juga memutuskan beberapa hal terkait strategi pemenangan pilkada. PAN Sleman agaknya ingin mengulang sukses pilkada periode 2010-2015.
Kala itu PAN membentuk Koalisi Sembada bersama Partai Hanura, Gerindra, dan PDP mengusung Sri Purnomo yang lantas diduetkan oleh kader PDIP Yuni Satia Rahayu.
Koalisi lima partai tersebut terbukti ampuh memenangi pilkada dengan perolehan suara cukup telak dalam sekali putaran. Yakni di atas 32 persen.
Namun, pilkada kali ini, nuansa bakal terjadi pecah kongsi antara PAN dan PDIP kian nyata. Bisa jadi, Sri Purnomo dan Yuni Satia Rahayu bakal berbeda haluan. Itu menyusul penjaringan kader internal yang telah dilakukan DPC PDIP Sleman. Yuni menjadi salah satu kader banteng yang digadang-gadang menjadi calon bupati. Selain aktivis perempuan itu, PDIP mengajukan nama lain sebagai calon bupati, yakni Pulung Agustanto dan Rendrdi Suprihandoko. Keduanya terbukti cukup sukses mendulang suara dalam pemilu legislatif 2014.
Nah, karena itulah, melalui rakerda, PAN menggalang kekuatan untuk memanaskan mesin partai untuk kerja keras dalam pemenangan pilkada. “Pemanangan pilkada selaras dengan misi partai untuk menyejahterakan rakyat,” tegas Sadar selaku ketua tim pemenangan pilkada.
Beberapa poin penting rakerda, di antaranya, selain mengusung calon tunggal, partai mengamanatkan DPD untuk menjalin dan menggalang koalisi dengan partai lain. Dibutuhkan 20 persen kursi dari 50 kursi di parlemen. Jadi 10 kursi.
Selanjutnya, DPD dan partai koalisi melakukan rekrutmen calon wakil bupati, sesuai visi misi. Serta mengamanatkan pelaksanaan Musda IV DPD PAN Sleman setelah pilkada 2015.
Turut hadi dalam rakerda, Wakil Ketua Umum DPP PAN Ahmad Hanafi Rais dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman Buchori.(yog/din/mga)