JOGJA – Tak hanya Kejati DIJ, Kejari Jogja juga menemui kendala ketika menangani perkara tindak pidana ko-rupsi. Sejumlah perkara masih di tangan penyidik. Padahal, penaganan perkara tersebut sudah setahun lebih seperti perkara dugaan korupsi dana bergulir penumbuhkembang ekonomi berbasis kewilayaan (PEW) Jogja, kasus dana hibah PBVSI, dan kasus dana tunjangan DPRD Jogja.”Untuk perkara PEW, tim penyidik masih menunggu ahli BPK mengenai kerugian negara sesuai petunjuk jaksa peneliti,” kata Kasi Pidana Khusus Kejari Jogja Aji Prasetya SH kemarin.Sementara untuk perkara dugaan ko-rupsi dana hibah PBVSI Jogja 2012 dengan tersangka Iriantoko Cahyo Dumadi (ICD) selaku Plt Ketua KONI Jogja, berkasnya sudah P21 alias lengkap. Hanya saja, penyidik belum melimpahkan ke jaksa penuntut karena tersangka sedang mengalami gangguan kesehatan. ” Tersangka masih butuh istirahat ka-rena operasi jantung,” tambah Aji.
Dalam perkara ini, nilai kerugian se-besar Rp 537,4 juta. Perkara ini juga menyeret Ketua PBVSI Kota Jogja Wa-hyono Hariyadi. Kini, Hariyadi sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor. “Secepatnya berkas ICD akan segera dilimpahkan ke jaksa penuntut,” jelasnya.Perkara lain yang masih ngendon di penyidik adalah dugaan korupsi dana tunjangan DPRD Jogja periode 1999-2004. Setidanya ada 12 eks anggota dewan yang terseret dalam pusaran dugaan korupsi yang merugikan keu-angan negara miliaran rupiah. Dalam penyidikan perkara ini, tim penyidik mengaku menemui sejum-lah kendala yaitu dokumen sebagai barang bukti masih digunakan ter-pidana mengajukan Peninjauan Kem-bali (PK) di MA. “Alat bukti yang dipakai penyidik kejari untuk me-nyidik 12 eks dewan anggota panggar,” beber Aji. (mar/laz/ong)