FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
TAMU PEMERINTAH:Sebagian anggota dewan Provinsi Jawa Tengah mendapat penjelasan dari wawali soal pengelolaan arsip dan perpustakaan yang dilakukan Kota Magelang
MAGELANG – Pengelolaan arsip di Kota Magelang menjadi rujukan studi banding. Belum lama ini, beberapa anggota DPRD Prov Jateng berkunjung ke Kan-tor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kota Magelang.Rombongan diterima Wakil Wali (Wawali) Kota Magelang Joko Prasetyo. Kedatangan me-reka untuk belajar mengenai tata kelola kearsipan di kota se-juta bunga tersebut.”Kami sedang menyusun ra-perda tentang kearsipan. Dipilih-nya Kota Magelang sebagai objek studi banding, karena memiliki perda tentang kearsipan,” kata Ketua Rombongan Pansus Anisa Ika Devi Natalia kemarin (6/4).Anisa melanjutkan, tak hanya ke Kota Magelang, mereka juga akan berkunjung ke sejumlah daerah. Tujuannya, mengambil sampel terkait pengelolaan arsip termasuk permasalahan yang dihadapi
“Pak Gubernur sekarang tengah menggiatkan kearsipan khusus-nya arsip digital. Untuk itu, kami bentuk pansus. Agar ke depan pengelolaan arsip di Jateng ma-kin baik,” tegasnya.Sementara itu, Wawali Joko Pra-setyo merasa bangga pengelolaan arsip di wilayahnya menjadi ruju-kan belajar. Ia menyadari, penge-lolaan arsip di Kota Magelang belum sepenuhnya sempurna. Sejauh ini masih banyak hal yang harus dibenahi. Salah satunya bangunan atau depo arsip.”Kami sudah punya Perda No-mor 13 Tahun 2012 tentang Penyelenggaran Kearsipan. Fo-rum ini lebih tepat jika dijadikan sharing, demi perbaikan penge-lolaan arsip,” katanya.
Kepala Kantor Perpustakaan Ar-sip dan Dokumentasi Kota Magelang Widhi Haryani mengemukakan, salah satu kendala yang dialami adalah terbatasnya bangunan arsip. Saat ini, depo arsip di Kota magelang hanya memiliki luas 117 meter pesergi. Sementara sesuai Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), bangunan penyimpan arsip minimal berukuran 900 meter pesergi.”Kami sudah ajukan pembangu-nan depo arsip dua lantai seluas 900 meter pesergi di rencana kerja (Renja) tahun 2016. Kami berharap banyak, pembangunan depo tersebut bisa terealisasi,” kata Widhi. (dem/hes/ong)