Peran Ganda Sang Kapten

 
POSTUR tubuhnya tidaklah tegap. Tapi Larasati Putri Utami adalah kapten tim basket Patbhe yang cukup disegani lawan. Pemilik nomor punggung dela-pan di tim putri SMAN 4 Jogja ini punya performa permainan yang menarik.Saat babak Fantastic Four Honda DBL 2015 D.I. Jogja-karta Series lalu, tepatnya saat harus menghadapi tim ung-gulan SMA Stece, peran sang kapten betul-betul diuji. Dengan tinggi 168 centimeter, Laras – begitu dia akrab disapa – eng-gak memberi celah lawan un-tuk menambah poin. Bola turnover Stece dia pungut dan dengan mudah dimasukkan ke ring lawan. Patbhe pun me-langkah ke Final Party.
Perempuan kelahiran Sleman 5 November 1997 ini seringkali menahan bola. Laras harus ber-peran ganda, sebagai scorer sekaligus kapten tim Patbhe. Untuk itu Laras harus bekerja lebih keras. “Aku dapat kepercayaan dari coach untuk jadi kapten. Enggak mudah memang. Harus bagi konsentrasi, antara main di la-pangan dan ngliatin temen-temen satu tim. Kalo ada yang enggak mood karena punya masalah, kapten harus bisa ngasih nasihat supaya dia kembali konsen ke lapangan. Selain itu juga harus mengayomi,” jelas Laras. Alumni SMPN 15 Jogja ini juga punya kelebihan saat melompat, karena sebelum kenal basket saat kelas VII, Laras lebih dulu dikenal seba-gai atlit badminton. “Cuma setahun sih. Waktu SMP sempat diminta masuk ekskul voli. Tapi aku iseng nyoba bas-ket. Awal nyoba basket, tanding pertama langsung kalah. Tapi justru itu yang bikin ketagihan,” terangnya.
Pemegang predikat First Team DBL Jogja selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik, ter-masuk dengan predikat yang diraihnya itu. “Pergi ke Amerika adalah im-pian semua pelajar. Aku enggak terlalu pasang target, tapi juga bukan berarti main-main dan enggak serius. Cuma ingin buk-tikan dan nunjukin kalo Jogja mampu bersaing dengan cam-pers dari seluruh Indonesia,” tutur Laras bersemangat.Untuk itu, dalam persiapannya menyambut DBL Camp men-datang, Laras tengah mematan-gkan diri dengan menambah latihan stamina, ball handling dan shooting. ” First tim adalah pencapaian, tapi jangan terlalu dikejar. Loyalitas utama tetap memberikan seluruh kemam-puan untuk tim. Tidak egois saat bermain. Harus mementingkan team work,” tips ciamik dari Laras. (ata/man/ong)