JOGJA – Kepastian kapan terpi-dana mati narkoba Mary Jane Fiesta Veloso dipindahkan ke Lapas Nusa-kambangan, masih belum jelas. Se-bab, hingga kemarin lembaga penegak hukum di DIJ belum menerima sa-linan putusan Peninjauan Kembali (PK) dari MA. “Dalam waktu dekat tentu akan di-pindahkan. Tetapi, jadwaL pastinya masih belum jelas,” ujar Humas PN Sle-man Marliyus SH kemarin (6/4).Menurut Marliyus, pemindahan warga Negara Filipina yang dikenal sebagai “ratu heroin” itu ke Lapas Nusakambangan menunggu salinan PK MA.
Sebab, putusan PK merupa-kan landasan hukum utama bagi ke-jaksaan untuk menjalankan eksekusi. “Saat ini kami masih menunggu ke-lengkapan dokumen Mary Jane,” tam-bah Marliyus.Kepada wartawan di Jakarta, Kapus-penkum Kejagung Tony T Spontana mengatakan, pekan ini Mary Jane akan dijemput dan dipindahkan ke Cilacap. Sebab, secara yuridis semua persyara-tan untuk pelaksanaan eksekusi mati sudah lengkap
“PK sudah ditolak, grasi juga ditolak,” kata Tony.Sambil menunggu salinan pu-tusan PK, Kejati DIJ terus ber-koordinasi dengan lembaga lain terkait rencana pemindahan Mary Jane. Lembaga yang diajak kordinasi, antara lain, Lapas Klas IIA Wirogunan, Polda DIJ, BNN DIJ, dan Korem 027 Pamungkas.”Rapat terus kami intensifkan, termasuk bersama Kemenkum-han,” kata Asisten Pidana Umum Kejati DIJ Tri Subardiman SH kemarin.
Seperti diketahui, Mary Jane ditangkap aparat Bea Cukai Ban-dara Adisutjipto pada 2010. Ia kepergok membawa narkoba je-nis heroin seberat 2,6 kilogram. Pengadilan Negeri Sleman men-jatuhkan vonis hukuman mati terhadap perempuan Filipina itu. Ia dianggap terbukti meny-elundupkan heroin dan tergolong sebagai sindikat narkotika inter-nasional. Sebelum mengajukan PK, Mary Jane sempat mengaju-kan grasi ke Presiden Joko Wi-dodo, tapi ditolak. (mar/laz/ong)