KULONPROGO – Proses realisasi pem-bangunan bandara di Kecamatan Temon terus bergulir. Izin Penetapan Lokasi (IPL) bahkan sudah diterbitkan oleg Gubernur DIJ. Menindaklanjuti hal itu, Bupati Kulon-progo Hasto Wardoyo berharap, agar segera ada keputusan mengenai harga tanah. “Harga tanah tersebut akan menjadi dasar untuk membuat kebijakan yang berkaitan dengan relokasi warga terdampak. Terutama untuk menentukan luas penyediaan lahan yang akan digunakan untuk relokasi,” ucapnya.
Hasto mengungkapkan, terkait penentuan harga tanah, ia berharap agar lembaga appraisal segera terbentuk. Terlebih lembaga itulah yang nanti akan menentukan berapa besar harga tanah di lokasi calon pembangunan bandara sebagai dasar perhitungan pemberian ganti rugi bagi warga terdampak. “Sebelum ada penentuan harga tanah, pemkab belum bisa berbuat banyak. Ter-masuk menentukan lokasi dan luas lahan yang diperlukan untuk relokasi warga,” ungkapnya belum lama ini.
Kendati demikian Hasto opitmistis, Tim Percepatan Pembangunan Bandara Baru (TP2B2) telah mengantongi data valid warga yang terdampak untuk mengikuti proses relokasi. Yakni dari 600 lebih kepala keluarga (KK) yang terdampak, ada 460 KK yang ingin direlokasi, dan yang lain ingin pindah dengan memilih lokasi sendiri.Di bagian lain Hasto menyatakan, kawasan bandara tidak akan mengganggu objek wisata Glagah. Kendati patok sempat dipasang di dekat pelabuhan Tanjung Adikarta.
Namun, setelah disampaikan keberatan kepada PT Angkasa Pura, patok dipindah di sebelah barat kawasan objek wisata Pantai Glagah. Sedangkan di sebelah selatan patok berada di utara jalan aspal Glagah-Congot.”Kawasan objek wisata Pantai Glagah tidak akan berkurang untuk pembangunan bandara. Untuk sebelah selatan, patok berada di utara jalan pantai. Nanti masya-rakat bisa menggunakan jalan itu untuk menikmati pemandangan laut sekaligus menyaksikan kesibukan di bandara,” terang Hasto. (tom/ila/ong)