FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
KERJA KERAS: Tim Polres Magelang Kota berhasil membekuk pelaku tindak pidana kriminal penjambretan dengan tersangka Sudarsin.
MAGELANG – Polres Magelang Kota berhasil menangkap pelaku tindak pidana kriminal penjambretan pada 36 tempat kejadian perka-ra (TKP) di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang. Saat hendak ditangkap, tersangka Sudarsin, 35, warga Desa Tanggulrejo, Tempu-ran, Kabupaten Magelang sempat melawan. Karenanya, petugas melumpuhkan dengan timah panas di betis kaki kanan.”Tersangka dibekuk di rumahnya, sepekan setelah penjambretan di Kampung Losmenan,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho kemarin (6/4)
Kapolres mengemukakan, kasus tersebut terkuak setelah salah satu korban bernama Intan Ku-sumawardani, 25, warga Tuntang Kabupaten Salatiga melapor polisi atas kejadian penjambre-tan yang dialaminya di Kampung Losmenan, Kota Magelang, per-tengahan Maret 2015. Setelah dilakukan serangkaian penyeli-dikan, tersangka utama penjam-bretan mengarah pada Sudarsin.”Dari hasil pemeriksaan, lapo-ran korban dan keterangan saksi terungkap, tersangka telah melakukan penjambretan seba-nyak 31 kali di wilayah Kota Magelang dan lima kali di Ka-bupaten Magelang, dalam kurun waktu 16 Juli 2014 – 31 Maret 2015,” paparnya.
Mayoritas korban, lanjut Zain, adalah ibu-ibu dan perempuan muda yang berjalan sendirian pada pagi hari. Seperti saat hendak ke kantor, pasar, gereja, masjid, rumah sakit, hotel, bahkan di depan Lapas Kelas IIA Magelang. Saat beraksi ter-sangka sendirian mengendarai sepeda motor.”Sasaran tersangka kebanyakan ibu-ibu dan perempuan muda yang hendak beraktivitas pada pagi hari. Tersangka mengambil paksa barang-barang bawaan korban seperti tas, perhiasan, handphone, dan sebagainya,” papar mantan Kapolsek Metro Tamansari itu.
Dari catatan polisi, tersangka merupakan residivis beberapa kasus kriminal. Antara lain, ka-sus pencurian sepeda motor di Kabupaten Magelang pada 2004 dan tersangka dihukum empat bulan penjara. Selain itu, ter-sangka juga pernah tersandung kasus pencurian dengan keke-rasan (curas) pada 2006 dan pencurian biasa pada 2008 di Kabupaten Magelang. Masing-masing hukuman yang diterima tersangka adalah enam bulan dan empat bulan penjara.
Kini, tersangka harus men-ghadapi proses hukum lagi di Mapolres Magelang Kota. Ter-sangka dijerat pasal 365 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Dari tangan tersangka, polisi menyi-ta barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX tanpa nomor polisi dan helm yang diduga dipakai melakukan aksi jambret itu.”Dari pemeriksaan sementara, motif pelaku adalah ekonomi. Uang hasil penjambretan dipa-kai membeli keperluan sehari hari. Juga dipakai tersangka un-tuk pesta miras dan narkoba. Kami masih akan melakukan pengembangan, apakah kasus ini termasuk jaringan atau bukan,” janjinya.
Sudarsin, tersangka mengaku, melakukan penjambretan pu-luhan kali di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang. Ia ber-aksi secara bertahap dalam ku-run waktu setahun belakangan. Bapak dua anak itu berdalih, uang hasil jambret dipakai me-menuhi kebutuhan dan keluar-ganya sehari-hari.”Untuk beli kebutuhan sehari- hari kok, tidak untuk minum (miras) atau narkoba. Saya me-nyesal, saya kurang bersyukur,” ucap tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik tahu di Kampung Trunan, Kota Magelang itu. (dem/hes/ong)