GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
TAJAM: Ekpresi kegembiraan Toni Yuliandri (kanan) usai mencetak gol ke gawang Persipur, Purwodadi dalam laga di Stadion Mandala Krida (19/3) lalu. Toni masih menjadi andalan lini depan PSIM Jogja
JOGJA –PSIM Jogja akan melakoni laga uji coba me-lawan PSIR Rembang di Stadion Mandala Krida hari ini. Laga tersebut men-jadi pertandingan keempat bagi tim berjuluk Laskar Mataram melawan klub selevel. Laga-laga uji coba itu dilakukan sebelum bergulirnya kompetisi Divisi Utama (DU) yang rencananya di gelar 26 April mendatang.Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyan-toro mengaku, tidak ada yang isti-mewa dengan laga melawan PSIR Rembang. Skuadnya tetap menjalani latihan seperti hari-hari biasa.”Tidak ada persiapan khusus. Kami menja-lani latihan seperti biasa saja,” kata Seto kepada Radar Jogja Senin (6/4).
Seperti diketahui PSIR Rembang sendiri baru menjalani laga uji coba melawan klub DIJ lainnya, PSS Sleman. Dalam laga tersebut, tam-pak Seto berada di tribun utara ber-sama ribuan penonton menyaksikan laga yang dimenangkan PSS Sleman dengan skor 4-2.Seto menilai, laskar tim berjuluk Laskar Dampo Awang tersebut me-miliki karakteristik yang sama dengan tim yang dilatihnya. “Mereka memiliki pengua-saan bola yang baik dan per-mainan yang ngotot. Sama seperti kami,” kata Seto.Saat disinggung mengenai skuat yang akan diturunkan pada pertandingan hari ini, Seto enggan untuk membeberkan. Dia akan melakukan evaluasi setelah melakukan latihan pada Senin sore.”Pemberitahuan kami bermain Selasa sore mendadak. Padahal pemain sudah terlanjur diliburkan dan baru ber-kumpul lagi sore ini,” tutur Seto.
Dengan persiapan yang mepet, diprediksi Seto tidak akan terlalu banyak merombak komposisi the winning team-nya. Komposisi saat menang tiga gol tanpa balas atas PSBK Blitar dilatih tanding sebe-lumnya tetap menjadi acuan pelatih berlisensi B AFC itu.”Memang ada skuat yang diper-tahankan dan aka ada yang di tortasi,” kata Seto.Pelatih PSIR Rembang M Rukin me-ngatakan, melawan PSIM Jogja dirinya akan melakukan rotasi. Diakui, setelah laga ketat melawan Laskar beberapa pemainnya mengalami kelelahan fisik. “Kami akan coba pemain pengganti dengan kualitas tidak jauh beda dengan pemain inti,” jelasnya.Untuk target, Rukin mengatakan, tidak memasang target khusus pada laga persahabatan nanti. Sama se-perti saat melawan Sleman, dirinya menginginkan skuatnya bisa bermain lepas dan enjoy serta menikmati per-mainan. “Nikmati saja permainan. Dan kesalahan seperti lawan Sleman tidak dilakukan,” katanya. (bhn/din/ong)

PSIM Kesulitan Dapatkan Striker Pengalaman

JOGJA – Rencana PSIM Jogja untuk menambah daya gedor lini depan tampaknya urung terlaksana. Pada-hal, kompetisi Divisi Utama (DU) akan mulir bergilir kurang dari tiga minggu lagi. Tepatnya pada 26 April mendatang.Manajer PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru menyatakan, sampai sekarang timnya masih mencari tam-bahan skuat untuk mengisi lini depan. Sementara kriteria striker yang dicari ialah yang memiliki pengalaman dan jam terbang mengarungi liga Indonesia.Namun sayang, keinginan Agung untuk mendapatkan striker yang diinginkan tampaknya akan bertepuk sebelah tangan.
Sebab, sampai dengan laga uji coba ke empat melawan PSIR Rembang serta jelang bergulirnya DU, PSIM belum juga mendapatkan amunisi baru. “Kami belum menda-patkan striker yang diharapkan,” jelas Agung kemarin (6/4).Padalah, tim berjuluk Laskar Mataram tersebut sempat beberapa kali mencoba mendatangkan pemain dengan mengadakan seleksi. Salah satunya eks striker Timnas U-16, Iner Santoni Putra yang musim lalu bermain di Persita Tangerang. “Sayang Seto (pelatih PSIM Jogja, Red) tidak merekomendasikan karena tidak sesuai dengan kriteria yang diha-rapkan,” jelasnya.
Akibat tidak juga mendapatkan daya gedor yang diharapkan, besar kemun-gkinan PSIM lebih menggantungkan pundi-pundi gol pada dua penyerang lokal, Toni Yuliandri dan debutan Alberta Rokiawan. Sejauh ini dari laga uji coba yang telah dilakukan, keduanya tampail cukup meyakinkan. Bahkan, Toni yang menjalani musim keduanya bersama PSIM tampil apik dan menunjukkan kematanganya. “Kami belum punya rencana ke de-pan bila pemain berpengalaman belum juga datang,” jelas pria yang juga dida-puk sebagai ketua umum PSIM ini.
Terkait dengan kemungkinan me-naikkan status pemain yang saat ini menjalani masa magang, Krisna Adi, Agung mengungkapkan sam-pai dengan saat ini pihaknya belum memikirkan ke arah tersebut. Hal tersebut dilakukan dengan menung-gu rekomendasi terlebih dari pihak pelatih terlebih dahulu. “Soal Kris-na Adi masih menunggu rekomen-dasi pelatih apakah pemain terse-but dibutuhkan ataukah tidak,” jelasnya. (bhn/din/ong)