ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
MENYERAH: Tersangka Rs mengaku pernah di pukul Laras hingga mata kirinya lebam.
BANTUL – Setelah melarikan diri selama satu setengah bulan, Rs, 16, salah satu tersangka penyekapan dan penganiayaan terhadap Laras Aprilia Arisandi, menyerahkan diri
Ternyata, usai menyekap dan menyiksa warga Kadipolo, Sen-dangtirto, Berbah, Sleman, pada pertengahan Januari lalu, Rs ber-sama dua pelaku lainnya kabur ke Tasikmalaya, Jawa Barat.Kapolres Bantul AKBP Surawan menuturkan, Rs menyerahkan diri Minggu (5/4) dengan dian-tar kedua orangtuanya.
“Rs kami tetapkan sebagai tersangka, lalu dia kami periksa,” terang Surawan di kantornya, kemarin (6/4).
Dengan penyerahan diri Rs ini, daftar pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berkurang. Hingga sekarang masih ada tiga pelaku yang ma-sih buron. Yaitu, Dena Titi Ratih, Putri Diandra, dan Chandra. Kanit Idik III polres Bantul IPDA Isnaini menambahkan, usai diperiksa Rs kemudian dititipkan ke Lapas Wirogunan, Jogja. Pertimbangannya, selain perempuan, warga Gejayan, Condongcatur, Depok, Sleman, ini juga masih di bawah umur. “Kondisi psikisnya baik,” ujarnya.
Menurutnya, Rs merupakan salah satu pelaku yang ikut menjemput Laras di wilayah Ba-barsari, Sleman. Kemudian membawanya ke indekos yang terletak di Pedukuhan Saman, Bangunharjo, Sewon, Bantul. Namun demikian, peran Rs saat penyiksaan tidak begitu menonjol. Dia hanya menampar kedua pipi Laras. “Tetapi, pasal yang akan kami terapkan sama dengan pelaku lainnya. Yaitu Pasal 333 KUHP, dan Pasal 170 KUHP sub-sider Pasal 351,” urainya.
Dalam pemeriksaan juga terung-kap, Rs pernah dipukul Laras hingga mata kirinya lebam. Te-tapi, Rs tak berniat melaporkan kejadian pada tahun lalu itu ke Mapolres karena terkendala mi-nimnya bukti. Rs hanya memi-liki foto dokumentasi.Lalu, Rs melarikan diri ke mana usai kejadian? Isnaini menguraikan, Rs bersama Dena Titi Ratih dan Putri Diandra ka-bur ke Tasikmalaya, Jawa Barat. Tempat persinggahan mereka adalah rumah nenek Ratih. Se-telah beberapa hari, mereka kemudian memutuskan untuk nge-kos bersama. “Saat uang mereka habis, Ratih meminta mereka berdua pulang ke Jogja,” ungkapnya.
Nah, Selasa (31/3) lalu Rs kem-bali ke Jogja. Namun, dia tak langsung pulang ke rumahnya. Dia berpindah dari satu tempat ke tempat lain hingga uang Rp 300 ribu dari pemberian Ratih habis. “Ratih memberikan uang Rp 300 ribu untuk bekal Rs pulang ke Jogja,” jelasnya.Sekadar mengingatkan, Kamis (12/2) Laras disekap dan di-siksa oleh sembilan pelaku di indekos yang terletak Pedukuhan Saman, Bangunharjo, Sewon.
Di tempat ini, Laras dipukul, digunduli, disundut rokok hing-ga kemaluannya dimasuki botol minuman keras.Jumat (13/2) siang Laras akhir-nya berhasil melarikan diri dan lapor ke Mapolres Bantul. Usut punya usut, kasus penyekapan dan penyiksaan ini karena per-saingan tatto Hello Kitty. Ratih, dalang kasus ini tidak terima tatto miliknya disaingi Laras. (zam/din/ong)