GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA MATANGKAN PERSIAPAN : Laga uji coba Persiba Bantul kontra Persipur Purwodadi di Stadion Sultan Agung untuk mengukur persiapan jelang kompetisi Divisi Utama 2015.
BANTUL – Jelang bergulir kompetisi Divisi Utama (DU) 2015, Persiba Bantul melakukan uji fisik pemain, VO2max pada Senin sore (6/4). Dari hasil tes tersebut, Pelatih Persiba Bantul Didik Listyantara menyatakan, selain penjaga gawang, kondisi fisik para pemain dinilai cukup baik. “Untuk kedua kiper VO2maxnya rendah. Tetapi secara umum yang lain cukup lumayan,” kata Didik kemarin (6/4).
Dari hasil tes fisik tersebut, Didik tidak akan memberikan program latihan fisik yang terlalu berat bagi para pemain. Mengingat, laga kompetisi DU utama akan berlangsung 20 hari lagi.
Didik menyatakan, berada di grup 4, tergabung dengan tim asal Jawa Timur, diperlukan fisik ekstra untuk dapat mengimbagi permainan keras. Maka dari itu, selama dua pekan ke depan, pihaknya tetap akan melakukan intensif melakukan latihan fisik. “Hanya tidak terlalu berat, bisa disisipkan sebelum laga uju coba Jumat (10/4),” jelasnya.
Sedangkan dari hasil tes fisik, dua kiper Persiba, Andi Setiawan serta Barep Wahyudi memuliki nilai VO2max terendah dibandingkan pemain yang berada di posisi lain. Dari catatan Didik, nilai tes VO2max keduanya berada di level 8 dengan volum 43,1. Sementara tertinggi dimiliki Heru Kuswanto dengan volum 55,9.
Bagi kedua kiper tersebut, nantinya akan ditangani oleh pelatih kiper untuk meningkatkan kondisi fisik mereka. “Yang lain tetap akan menjadi pantauan dari pelatih dua asisten,” terangnya.
Tes VO2Max digunakan dalam dunia olahraga seperti sepak bola. VO2 max sendiri merupakan volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh saat melakukan kegiatan yang intensif. Volume O2 max merupakan tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam liter per menit atau milliliter/menit/kg berat badan.
“Deri tes ini, kami mengetahui sejauh mana daya tahan tubuh pemain bisa bertahan. Dalam sepak bola ini penting. Tapi tidak mutlak diperlukan karena ada faktor lain selain fisik,” katanya.
Wakil Manajer Persiba Endro Sulastomo mengatakan, manajemen mendesak kepada para pemain untuk meningkatkan performanya. “Kami tak segan-segan mencoret pemain yang tidak menujukkan performa yang diharapkan,” ujarnya.
Dia mengatakan, pencoretan berlaku bagi siapa saja, tak terkecuali pemain senior. Sampai dengan saat ini, Persiba memang telah melakukan pencoretan kepada sejumlah pemain yang dinilai tidak menunjukkan kualitas. (bhn/din/mga)