JOGJA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA)mendukung upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerapkan program LAKU PANDAI (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif).Komitmen ini diwujudkan melalui peluncuran produk tabungan yang diberi nama LAKU di Grobogan, Jawa Tengah.
Kegiatan peluncuran ini dihadiri Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja,Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon, Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S. Soetiono,Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 1 Mulya E. Siregar, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 3 Irwan Lubis, Komisaris BCA Cyrillus Harinowo, Direktur BCA Suwignyo Budiman, Direktur BCA Armand W. Hartono, dan pejabat daerah setempat.
LAKU diharapkan bias menfasilitasi dan memotivasi masyarakat akan budaya menabung. Sekaligus mendekatkan dan memperkenalkan layanan lembaga keuangan atau perbankan.
“Kami berharap, LAKU memfasilitasi masyarakat lebih dekat dan mengenal layanan perbankan. Khususnya dalam menumbuhkan budaya menabung,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja baru-baru ini.
Sebagai langkah awal, BCA mengembangkanpilot projectLAKU di beberapa daerah. Tujuan pengembangan produk, LAKU merupakan rekening simpanan atau tabungan perorangan dengan persyaratan yang mudah dipenuhi.Untuk lebih mendekatkan dan memudahkan, transaksi LAKU dilakukan di tempat agen yang berlokasi di sekitar area masyarakat. Jadi, bukan bertransaksi di kantor cabang bank BCA.
“Masyarakat bias dengan mudah melakukan pembukaan rekening maupun transaksi. Karena cukup mendatangi lokasi agen LAKU di sekitar kediaman dan tidak perlu ke kantor cabang BCA”, imbuh Jahja.
Saat ini, fitur LAKU antara lain pembukaan dan penutupan rekening, setoran, dan tarikan tunai,inquirymutasi rekening, serta cek saldo. Ke depan, fitur produk ini bias dikembangkan mengacu pada kebutuhan dan tujuan pengembangan produk yang dimaksudkan.(hes/ila/mga)