GUNUNGKIDUL – Sejumlah kader berkasus dari DPC PDIP Gunungkidul berharap banyak dari hasil kongres di Bali. Selama ini mereka mengaku sama sekali belum pernah mendapatkan keadilan dari parpol tempat bernaung. Salah satu kader berkasus dengan hukum, Warta mengatakan saat ini perkaranya sudah dilimpahkan ke Mahkamah Agung (MA). Dia terpaksa berulangkali duduk di pesakitan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) DIJ gara-gara kasus korupsi tunjangan dewan periode 1999-204.”Selama ini kami sudah berusaha menjelaskan terkait kasus yang menimpanya kepada parpol, namun sepertinya tidak dihiraukan. Selama ini kami juga sama sekali belum mendapatkan pengayoman dan keadilan,” kata Warta yang merupakan mantan anggota dewan tiga periode itu, kemarin (7/4).
Dia menjelaskan, kondisi demikian dialami hingga sekarang. Meskipun struktural DPC PDIP Gunungkidul baru, namun tidak ada perubahan. Itu berkaitan dengan perlakuan terhadap kader yang tengah tersadung masalah hukum. “Dari dulu sama saja, tidak ada perubahan,” sesalnya.Maka, dengan adanya kongres mendatang, pihaknya berharap keluh kesah ini mendapat respons dari atasan. Kongres yang menurut rencana digelar bulan ini hendaknya menjadi titik awal mendapat angin segar. “Ya kalau tidak ada perubahan juga, apa artinya pengurus baru,” tegasnya.Diakui, memang parpol besutan Megawati itu tidak memecat kader bermasalah. Dalam satu kesempatan selalu diundang untuk menghadiri acara tertentu. Misalnya, yang terbaru adalah peresmian rumah aspirasi di Kecamatan Karangmojo beberapa waktu lalu. “Namun ya itu tadi, kami hanya dianggap sebagai sesepuh saja,” sesalnya.
Masih menurut Warta, salah satu bukti bahwa tingkat akar rumput masih merespons baik terhadap kader tersandung kasus hukum. Dia sendiri, masuk dalam penjaringan Ketua DPC PDIP Gunungkidul dan bakal calon bupati (balon) 2015. “Namun sudah bisa ditebak, sikap internal jelas berkata lain. Kami bisa apa kalau sudah demikian,” ucapnya.Menurut dia, hak-hak politiknya sudah dibabat habis. Seluruh kader bermasalah dengan hukum sudah tidak lagi diberi porsi strategis. Kemu-dian Warta menyeret nama kader lain yakni, Ternalem. Karena yang ber-sangkutan juga terbelit kasus tunjangan, berharap sebagai ketua tingkat ranting saja sulit. “Padahal dulu beliau orang berpengaruh di PDIP,” ucap kader yang sudah empat kali menjabat sebagai Bendahara DPC PDIP Gunungkidul ini. (gun/ila/ong)