GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BERLINDUNG: Pemain PSIR menyelamatkan diri dengan tameng polisi saat menuju ruang ganti Stadion Mandala Krida, Jogja, kemarin (7/4).
JOGJA – Lima pemain PSIR Rembang mengalami luka-luka akibat kericuhan suporter usai dijamu PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida, kemarin (7/4). Seorang polisi juga mengalami luka di kepala akibat terkena lemparan batu. Kelima pemain Laskar Dempo Awang-julukan PSIR Rembang yang mengalami luka adalah Koko Hariyanto, Zaenal Arifin, Yoni Ustaf, Rudi Santoso dan kapten tim Heru Wibowo. Para pemain mengalami luka akibat pukulan serta lemparan dari para penonton. Mereka mengalami luka di bagian kepala, kaki, dan bahu.
Luka paling parah dialami Koko Haryanto. Striker tim berjuluk Laskar Dampo Awang ini sobek di kaki akibat terkena pecahan kaca. “Dia panik berusaha menendang kaca ruang ganti pemain. Akibatnya kaki bagian kanan mengalami sobek yang cukup parah,” kata Rudi salah seorang ofisial PSIR Rembang.
Semula, laga persahabatan ini sejatinya berjalan lancar dan aman-aman saja. Meskipun tertinggal 2-1 di babak pertama, pertandingan tetap berjalan aman. Penonoton pun masih menjaga kondusivitas. Meskipun sempat ada lemparan-lemparanke banch pemain PSIR, aksi tersebut dapat diredam pihak kepolisian.
Kericuhan pecah setelah wasit Cholid Dalyanto meniup peluait panjang. Sejumlah suporter dari tribun sisi selatan merangsek masuk ke lapangan menyerang para pemain PSIR. Keadaan makin kacau ketika botol mineral beterbangan ke arah para pemain lawan. Aparat keamanan yang mengamankan jalannya pertandingan tampak kewalahan menghalau aksi ratusan suporter yang menyerang para pemain PSIR. Bahkan, sejumlah suporter berhasil mengejar para pemain hingga masuk ke ruang wasit. Untungnya sejumlah petugas mampu menghalaunya.
Sebagian pemain yang berada di ruang ganti pemain PSIR pun panik. Mereka pun memilih memecah kaca pintu untuk keluar menyelamatkan diri. Akibatnya, sejumlah pemain mengalami luka akibat pecahan kaca. Selain Koko Haryanto, kapten tim Heru Wibowo juga mengalami luka cukup parah terutama pada tangan kanannya. Sampai dengan pukul 18.30 WIB, skuad PSIR masih tertahan di dalam ruang ganti pemain.
Para pemain baru bisa keluar dari stadion setelah situasi benar-benar kondusif dengan menggunakan pengalawan aparat kepolisian dengan menumpang truk Dalmas. “Kami hanya menghibur. Bukan malah menjadi kekacauan begini. Yang kami butuhkan keselamatan,” sesal pelatih PSIR Rembang M Rukin.
Ketua Panpel PSIM Ipung Purwandari mengaku kecolongan atas insiden tersebut. Padahal, panitia pelaksana sendiri telah memaksimal pengamanan dengan mengerahkan 400 polisi dari Polresta Jogja dan 75 personel dari Kodim. “Bahkan masing-masih kelompok suporter sudah ada petugas keamanan masing-masing sejumlah 30 orang,” jelasnya. Ipung menyayangkan aksi kerusuhan yang dilakukan oleh oknum supporter ini. Padahal, pihak panitia sendiri tengah mempersiapkan diri untuk menyambut jalannya kompetisi Divisi Utama (DU) 2015 yang rencananya akan mulai bergulir 26 April mendatang.(bhn/din/ong)