HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA GEMARIKAN: Panitia lomba Cipta Menu Makana berbahan baku ikan lele dan udang tengah melakukan penilaian, kemarin (7/4).
KULONPROGO – Konsumsi ikan warga Kulonprogo ternyata masih rendah, baru 22,35 kilogram per tahun. Angka itu jauh jika dibandingkan dengan konsumsi ikan secara nasional yang mencapai 35,21 kilogram per kapita per tahun. Padahal di Kulonprogo sendiri, terdapat kawasan pantai dan sedang dikembangkan pelabuhan Tanjung Adikarta. Disamping itu, budidaya ikan air tawar juga sudah dikembangkan.
Melihat itu, kampanye Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) terus dilakukan oleh pemkab melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kulonprogo, kemarin (7/4). Kegiatan itu dikombinasi dengan dua kegiatan pendukung, yakni Lomba Cipta Menu Makanan dan Alih Teknologi dan Informasi (ATI) di halaman dinas.
“Selama ini, konsumsi ikan warga Kulonprogo memang masih sangat rendah. Tahun 2014, konsumsi ikan masyarakat Kulonprogo baru 22,35 kilogram,” terang Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Kulonprogo Lestaryono.
Lestaryono menyampaikan, melalui kegiatan kali ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ikan semakin tinggi. Kompetisi bagi ibu-ibu PKK akan memperkaya sajian berbagai olahan ikan yang mendukung peningkatan konsumsi ikan di Kulonprogo.
“Kegiatan akan meningkatkan diversifikasi pangan olahan ikan. Selain itu, dapat juga mendorong tumbuhnya usaha-usaha di bidang perikanan. Saat ini saja di Kulonprogo, setidaknya sudah ada 430.000 pelaku usaha ikan,” ucapnya.
Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kulonprogo Endang Purwaningrum menambahkan, lomba cipta menu kali ini mengangkat ikan lele dan udang. Kedua bahan itu sengaja menjadi bahan baku utama olahan makanan yang dilombakan. Sebab dua jenis komoditas inilah yang paling banyak di budidayakan di Kulonprogo.
“Komoditas perikanan unggulan di Kulonprogo saat ini adalah ikan lele dan udang. Kedua jenis ikan ini banyak dibudidayakan di hampir seluruh Kulonprogo, jadi tentu paling banyak dibandingkan jenis ikan lainnya,” tandasnya.
Kabid Perikanan Budidaya Eko Purwanto menyampaikan, produksi ikan air tawar pada tahun 2013 tercatat mencapai 13.800 ton per tahun. Sedangkan pada tahun 2014 lalu mengalami peningkatan 13.900 ton per tahun. Kendati demikian, di tengah angka produksi yang cukup tinggi, penyerapan ikan di kabupaten ini masih sangat rendah.
“Tingkat ketersediaan ikan di masyarakat sebesar 22,3 kilogram per kapita. Sementara sekitar tiga ribu ton sampai empat ribu ton ikan produksi lokal Kulonprogo justru dijual keluar daerah,” ucapnya.
Di Kulonprogo, tingkat konsumsi ikan ternyata juga dipengaruhi selera masakan, tidak sedikit warga yang tidak suka dengan olahan makanan yang masih utuh berbentuk ikan. Sehingga kreasi olahan masakan berbahan baku ikan ini dilombakan untuk meningkatkan selera.
“Melalui berbagai kreasi menu ikan di hari Gemarikan ini, diharapkan dapat turut mendongkrak konsumsi ikan. Bahkan, dapat turut mendorong kesejahteraan masyarakat karena dengan variasi menu ini dapat pula mendatangkan nilai ekonomi,” kata Eko. (tom/ila/mga)