GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA KETAT : Pemain tengah PSIM Jogja Rocky (biru) ditempel ketat pemain PSIR Rembang Eriyanto dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida kemarin (7/4).
JOGJA – Meskipun tampil dominan sepanjang pertandingan, PSIM Jogja harus mengakui keunggulan PSIR Rembang 2-3, dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida kemarin (6/4). Walaupun kalah di kandang sendiri, Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro mengaku cukup puas dengan performa para pemainnya.
Seto mengatakan, dalam laga uji coba kali ini memang melakukan banyak eksperimen. Termasuk memainkan pola 3-4-1-2. “Yang saya utamakan memang proses terjadinya peluang,” kata Seto kepada wartawan usai pertandingan.
Seto tetap memberikan sorotan pada lini belakang. Ya, meski mampu mengurung tim lawan, skuad Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja harus ketinggalan dua gol di babak pertama hasil skema serangan counter attack yang dilakukan Laskar Dampo Awang-julukan PSIR Rembang. “Koordinasi lini belakang masih lemah,” tegasnya.
Seharusnya, PSIM bisa mendulang pundi-pundi gol sejak awal pertandingan. Setidaknya, di 10 menit pertama Topas Pamungkas dkk memiliki enam peluang emas yang dimiliki yang gagal dikonversikan menjadi gol.
Bahkan, sejak menit pertama, PSIM langsung memberi tekanan ke jantung pertahanan PSIR. Di mentit pertama, striker PSIM Jogja Juni Riyadi berhasil menceploskan bola ke gawang PSIR yang dikawal Fafa. Sayang, gol cepat tersebut dianulir wasit karena Juni, lebih dahulu berada pada posisi offside.
Keasyikan menyerang, gawang Laskar Mataram yang sore itu dikawal Tito Rama justru kebobolan lebih dahulu. Memanfaatkan bola rebound, penyerang PSIR Rudi Santoso berhasil menceploskan bola ke gawang tuan rumah.
Berselang dua menit, PSIR kembali membuat kiper PSIM itu memungut bola dari gawangnya. Memanfaatkan bola liar di luar kotak penalti gelandang PSIR Rembang Andik berhasil melakukan shooting ke tiang jauh. Bola keras hasil sepakan Andik tidak bisa dihalau Tito Rama.
Tidak ingin dipermalukan di hadapan para pendukungnya, anak-anak Jogja ini terus mengintensifkan serangan. Berkali-kali gawang tim besutan pelatih M Rukin dibombardir oleh para pemain PSIM.
Eksekusi penalti Krisna Adi di menit 40 belum bisa memperkecil kedudukan. Tendangan lemah pemain muda tersebut berhasil dipatahkan kiper tim tamu.
Gol yang diharapkan akhirnya lahir dari kaki sang kapten Topas Pamungkas. Topas memanfaatkan bola crossing dari sisi kiri.
Memasuki babak kedua, pelatih Seto Nurdiyantoro melakukan sejumlah perombakan dengan mengganti beberapa pemain seperti memasukan striker Toni Yuliandri dan Rocky. Ternyata perombakan tersebut membawa dampak pada permainan.
Hasilnya, gol yang ditunggu-tunggu kembali hadir di menit ke 70. Kerjasama apik Toni Yuliandri dan Rockyawan berhasil menyamakan kedudukan.
Lagi-lagi, skema gol di babak peretama kembali terlulang. Upaya untuk meraih kemenangan dengan terus menggempur pertahan tim tamu membuat lubang di lini pertahanan sendiri. Di menit ke-75 Hermawan justru berhasil memperbesar keunggulan tim tamu hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih PSIR Rembang M Rukin mengaku tidak ada taktik khusus dalam pertandingan melawan PSIM. “Kami hanya menginstruksikan agar para pemain disiiplin menjaga lawan dan meminimalisasi kesahalan,” jelasnya. (bhn/din/mga)