DWI AGUS/RADAR JOGJA
EKSISTENSI IDENTITAS:Jumpa pers even The Parade 2015 Alive Fusion Dining, Jogja, kemarin (7/4). Tema yang diusung kali adalah Manufacturing Identity sebagai wujud eksistensi anak muda.
JOGJA – Setelah sukses lima kali berturut- turut dilaksanakan, The Parade kembali hadir tahun ini. Mengambil tema Manu-facturing Identity, even ini akan digelar pada 10 hingga 12 April di Jogja Expo Center (JEC).Perwakilan KICK Jogjakarta Weimpy Adhari mengatakan, even ini sebagai se-buah ajang yang jadi barometer dunia kreatif dan kewirausahaan muda man-diri. Serta tempat berkumpulnya puluhan ribu masyarakat muda dan para pelaku industri kreatif. “The Parade ini diprakarsai dan diseleng-garakan oleh KICK (Kreatif Independen Clothing Kommunity) Jogjakarta. Even ini memang selalu ditunggu kehadirannya oleh generasi muda tak hanya Jogjakarta tapi juga kota sekitarnya seperti Solo, Kla-ten, Semarang, Magelang, Muntilan, dan Purwokerto tiap tahunnya,” terangnya dalam jumpa pers, kemarin (7/4).
Weimpy mengungkapkan tema yang diusung kali ini merupakan sebuah per-nyataan sikap anak muda terhadap zaman, di mana kelenturan seni, daya tahan kre-asi, perkembangan teknologi, dan roda industri menjadi bagian di dalamnyaSalah Satu Board Committee The Parade 2015 Ari Wulu mengungkapkan, tema ini kaitannya dengan identitas. “Eksistensi dari identitas jadi hal penting di kehidupan anak muda, dan usaha untuk menunjukkan hal itu dilakukan dengan cara mereka sen-diri. Cara anak-anak muda,” ungkapnya.
Sebagai sebuah clothing exhibiton dan community gathering terkemuka di Jogja-karta, selain merangkul 100 clothing label dan puluhan komunitas kreatif. The Parade 2015 juga memberikan hiburan pada para pengunjung dengan barisan band dan penampil yang tak asing di kalangan anak muda. Jajaran nama-nama band dan penam-pil tersebut antara lain NAIF, White Shoes & The Couples Company, Seringai, Endank Soekamti, Shaggydog, FSTVLST, Brave Boys, Captain Jack dan masih banyak lagi.”Sementara komunitas-komunitas yang turut memeriahkan antara lain komunitas skateboard, bmx, tamiya 4WD, tattoo, crafting, fotografi, leather, robot, urban indie toys, aeromodelling, airsoft gun, dan soundcloudyk,” terangnya.
Tak hanya itu, mewadahi para muda kreatif unjuk karya, The Parade 2015 menga-dakan beberapa kompetisi, yaitu Dancing Competition, Acoustic Competition, Jin-gle Competition, Design Competition, dan Band Festival.”Kompetisi-kompetisi tersebut diadakan untuk menyalurkan kreativitas teman-teman muda Jogjakarta saat ini dan mem-berikan sebuah peluang membentuk identitas baru. “Sebagai penanda di mulainya kegiatan persiapan pelaksanaan The Parade 2015 ini, Sabtu (21/3) di kawasan 0 KM digelar Drum Band Dadakan oleh kawan-kawan dari Himpunan Mahasiswa Marching Band Universitas Negeri Jogjakarta,” terangnya. (dwi/ila/ong)