SLEMAN – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) resmi membuka Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi. Meski tergolong baru, peminat prodi ini terhitung tinggi. Terbukti Prodi Ilmu Komunikasi menduduki posisi lima besar favorit di UNY.
Sejatinya prodi ini telah dibuka sejak 2014 melalui jalur mandiri, dengan turunnya izin penyelenggaraan 1 Juli 2014. Rektor UNY Prof Dr Rochmat Wahab M.Pd, M.A berharap dengan dibukanya prodi ini mampu menjawab tantangan dinamika komunikasi.
“Ilmu komunikasi itu identik dengan kebebasan yang bertanggungjawab dalam bersuara. Media yang notabene komunikasi pun berperan besar dalam menentukan bangsa. Berharap lulusan prodi ini menanamkan kode etik jurnalistik dan kompeten di bidang akademik maupun moral,” harapnya dalam peresmian di gedung Ki Hadjar Dewantara, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNY, kemarin (7/4).
Meski tergolong baru, minat pendaftar memang sangat tinggi. Sebagai contoh angkatan 2014 mampu dijaring 398 calon mahasiswa. Dari keseluruhan pendaftar ini disaring menjadi satu kelas dengan 40 mahasiswa.
Sementara untuk 2015, prodi ini menduduki peringkat lima favorit UNY. Sedangkan di FIS sendiri, prodi ini menduduki peringkat pertama favorit. Untuk tahun ini pendaftaraan melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
“Potensi Ilmu Komunikasi sangatlah tinggi, baik dari segi kompetensi maupun peminatnya. Semoga ke depan bisa menjadi jurusan, bahkan menjadi fakultas. Tentu saja dengan sumber daya yang berkompeten,” kata Rochmat.
Untuk tahun ini Prodi Ilmu Komunikasi membuka dua kelas. Seleksi ini terbagi dua, baik melalui jalur SMPTN maupun SBMPTN. Segala sarana dan prasarana penunjang pun telah dipersiapkan secara matang.
Untuk tenaga pengajar akan melibatkan dosen dengan basic Ilmu Komunikasi. Selain itu juga akan mendatangkan praktisi di bidang komunikasi sebagai dosen luar biasa. Saat ini prodi Ilmu Komunikasi telah memiliki delapan tenaga pengajar. Rencananya 2015 akan menambah dua dosen lagi.
“Sedangkan untuk laboratorium masih dalam perngembangan. Ada studi banding ke beberapa kampus untuk melihat laboratorium dan sarana yang representatif seperti apa. Juga akan ada koran, radio dan televisi yang berbasis pada pendidikan” kata Kepala Prodi Dr Suranto M.Pd, M.Si.
Prodi ini juga memiliki konsentrasi Komunikasi Strategi dan Komunikasi Kajian Media. Untuk Komunikasi Strategi mengacu pada Public Relations dan Advertising. Sedangkan Kajian Media mengacu pada Jurnalistik dan Broadcasting.
“Konsentrasi atau peminatan ini nantinya akan ada di semester 4. Konsentrasi ini bertujuan memfokuskan minat dari mahasiswa dalam mempelajari ilmu komunikasi,” tandasnya. (dwi/laz/mga)