SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
BATU MULIA: Wakil Gubernur DIJ Paku Alam IX melihat pameran batu mulia akik dan tosan aji yang digelar pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (Rapi) Kota Jogja di pendopo Ndalem Notoprajan, kemarin (7/4). Acara ini berlangsung hingga Senin (13/4)
JOGJA – Wakil Gubernur DIJ Paku Alam IX secara resmi membuka pameran batu mulia akik dan tosan aji yang di-gelar pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (Rapi) Kota Jogja di pendopo Ndalem Notoprajan, kemarin (7/4).Wagub menyatakan, DIJ memiliki potensi batu alam yang melimpah dan prospeknya menjanjikan masyarakat sebagai mata pencaharian baru. Dengan demikian akan berdampak bagi me-ningkatnya kehidupan ekonomi ma-syarakat. “Saat ini pecinta batu akik jumlahnya terus bertambah,” katanya.
Khusus batu mulia, selain sebagai perhiasan dapat menjadi alat in-vestasi yang menjanjikan. Sebab, batu permata atau gemstone meru-pakan barang terbatas dan tidak dapat dibudidayakan atau diperbarui.”Nilai pertumbuhan investasi batu mulia mencapai 25 hingga 30 persen. Itu sebabnya, banyak kalangan meng-gandrungi batu jenis ini,” ucap peja-bat yang Mei mendatang genap ber-usia 77 tahun ini. Soal tosan aji atau keris pusaka,
Wagub menilai merupakan produk budaya yang bernilai tinggi. Alasan-nya, untuk membuatnya para leluhur harus melalui beberapa tahap proses lelakuyang tidak mudah. Kunjungan pertama dilakukan dengan melihat koleksi keris karya Mpu Heru dari Muntilan, Magelang. Gusti Prabu dan salah satu panitia RM Acun Hadiwidjojo terlihat ikut menyertai. Saat Wagub dan Gusti Prabu serius mengamati keris yang berdapur angrek, Acun mengung-kapkan kelebihan keris dari lereng Menoreh tersebut. “Saget kagem mo-dal kromo malih (bisa untuk bekal menikah lagi),” ucap Acun.Mendengar itu, Gusti Prabu langsung tertawa lepas. Sedangkan PA IX hanya mesam-mesem dan tersenyum kecil. (pra/ila/ong)