SLEMAN – Kapolda DIJ Kom-bes Pol Erwin Triwanto segera memanggil dan mengumpulkan semua unsur yang terlibat dalam persepakbolaan di DIJ. Langkah itu dilakukan guna menyikapi maraknya aksi tawuran dan anarkisme suporter tim sepak-bola akhir-akhir ini. Menurutnya, para pengurus tim sepakbola, korlap suporter, to-koh- tokoh informal, sampai pejabat pemangku daerah akan diajak untuk membicarakan ma-salah ini. “Secepatnya. Besok akan dipanggil semua,” ujar Erwin di ruang kerjanya kemarin (8/4).Pemanggilan tersebut sebagai langkah awal antisipasi kemung-kinan terulangnya kasus tawuran antarsuporter.
Kapolda juga te-lah memberi instruksi kepada para kapolres agar melibatkan aparat pemerintah hingga level desa untuk membahas masalah tersebut. Erwin tidak ingin para sesepuh suporter malah men-jadi provokator.Menurutnya, mereka harus memberi masukan positif untuk mencegah anarkisme. Tujuan utamanya, demi menciptakan masyarakat Jogjakarta yang aman, nyaman, dan tenteram. Menurutnya, aksi tawuran semacam ini bisa berbuntut panjang. Apalagi jika menim-bulkan korban jiwa. Dan bukan tidak mungkin akan memicu sikap saling dendam. “Yang di-khawatirkan itu jika masyarakat terkena imbasnya,” lanjutnya.
Kapolda menilai, tawuran antar suporter tergolong kasus yang meresahkan masyarakat. Di sisi lain, Erwin berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh oknum tertentu sehingga menye-babkan suasana tidak kondusif. Masyarakat diimbau turut proak-tif mencegah timbulnya tawuran. Caranya, segera menginfor-masikan kepada polisi jika mem-peroleh kabar adanya potensi tawuran suporter. Erwin opti-mistis, suporter bisa dimintai pengertian untuk damai. Baik di dalam stadion, maupun di luar lapangan. “Insyaallah, ke depan nggak terjadi lagi. Asal semua elemen proaktif,” tuturnya.Selain langkah preentif, Polri juga melakukan upaya preven-tif. Seperti, razia senjata tajam setiap ada pertandingan di wi-layah Jogjakarta. Kendati begitu, Kapolda tidak menginginkan adanya justifi-kasi untuk membubarkan tim sepakbola. (yog/din/ong)