Teti Nur`aeti,S.Pd.
Guru BK SMAN 1 Kalasan
BICARA soal nelayan dan hasil laut Indonesia, rasanya ke depan perlu ada kerjasama antara masyarakat, terutama anak muda dan pe-merintah. Bekerja sebagai nelayan, saat ini masih belum di-minati anak muda. Meski begitu, cukup banyak anak muda yang mulai menyasar kuliah tentang perikanan. Saya berharap, kelak anak muda yang sedang kuliah di bidang perikanan dapat memberi program tepat untuk mengang-kat derajat nelayan.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga ha-rus membuat satu kebijakan pro nelayan. Kebijakan menentukan harga ikan dari ne-layan. Sebab harga ikan dari nelayan sangat murah.
Padahal, mereka bekerja keras berjam-jam setiap hari, dengan risiko pekerjaan yang berat dan bertaruh nyawa.Namun harga ikan segar dari nelayan terlalu murah menurut saya. Karena se-telah diolah menjadi bahan makan ka-lengan, harganya melonjak. Jangan sam-pai industri perikanan hanya mengun-tungkan beberapa pihak saja. Pemerintah dan anak muda harus pu-nya terobosan. Program atau pemikiran tertentu untuk meningkatkan kehidupan nelayan. Selain itu, profesi sebagai ne-layan juga harus lebih dihargai oleh negara.
Supaya anak-anak juga punya cita-cita suatu saat nanti dapat hidup sebagai nelayan.Indonesia adalah negara dengan luas laut melebih luas daratan. Maka seharus-nya pengetahuan tentang kelautan dima-sukkan dalam kurikulum sekolah. Supaya pelajar mengenal lebih dalam tentang laut dan segala kehidupan di sekitarnya. Apalagi D.I. Jogjakarta adalah provinsi yang cukup dekat dengan laut. Seharus-nya para pelajar bisa lebih mengenal laut dibanding daerah lainnya.Dulu saat SD ada pelajaran mengenal laut. Saya dan teman-teman diajak ke laut melakukan wawancara dengan nelayan dan masyarakat yang mata pencaharian-nya sangat tergantung dari laut. Kalau diterapkan lagi, rasanya hal ini akan efek-tif untuk menambah wawasan anak muda. (ata/man/ong)