Kesulitan Sejak akan Berangkat Melaut

Nenek moyangku, orang pelaut, gemar mengarung luas samudra….
SUARA merdu Veronika Febrianti siswi SMA Stella Duce 2 Jogja menyanyikan lagu ciptaan Ibu Sud. Sebuah lagu yang dia cip-takan di tahun 1940 an yang diambil dari sejarah bangsa Melayu di Indonesia. “Kita harus bangga dengan kekayaan laut Indonesia, karena dari tangkapan nelayan Indonesia kita bisa mengkon-sumsi hasil laut yang enak dan sehat,” ucap Vero – begitu dia akrab disapa – saat diajak bicara soal nelayan.Perbincangan itu muncul seiring hari nelayan nasional yang jatuh pada tanggal 6 April lalu. Perbincangan sederhana itu muncul dari beberapa siswa SMA yang tiba-tiba mengingat perjuangan para nelayan kita.
Mereka berbicara soal resto seafood yang mengundang selera, hingga bagaimana hidangan itu bisa tiba di depan mata, menunggu untuk disantap dengan lahap? “Laut Indonesia kaya, tapi enggak se-penuhnya bisa dinikmati oleh nelayan Indonesia. Banyak nelayan gelap, tanpa izin dan enggak tertib aturan yang akhir-nya merugikan nelayan lain,” ujar Garin Herjuno dari SMAN 1 Sedayu.”Masih ditambah lagi praktik nelayan gelap asal luar negeri dengan alat cang-gihnya merampok ikan di perairan kita. Mereka menangkap dalam jumlah ba-nyak dan cenderung merusak. Ulah me-reka itu jelas-jelas merugikan nelayan Indonesia,” tegas Garin. Memang, menjadi nelayan itu enggak mudah. Banyak tantangan dan hambatan yang harus mereka hadapi. Bukan hanya soal bagaimana mereka menghadapi cuaca dan terpaan ombak yang meng-gunung. “Dampak kenaikan harga BBM juga menghambat kerja mereka. Sedih kalo ngebayangin nasib para nelayan, me-reka harus menghadapi kesulitan sebelum berangkat melaut,” ucap Rima Amalia siswi SMP Muhammadiyah 7 Jogja.
Namun menurut Rizky Adichandra dari SMAN 9 Jogja, hambatan itu sebe-nernya bisa ditangani dengan cara ker-jasama yang baik. Kerjasama antara ne-layan, pemerintah, dan masyarakat. “Nelayan harus terus berjuang agar bisa mengembangkan tangkapannya, pemerin-tah harus melindungi hak nelayan dan memberi kebijakan yang pro nelayan. Dan kita sebagai warga negara harus menghargai hasil-hasil lokal tangkapan pra nelayan kita,” ujar panjang Chandra berusaha menjelaskan.Memang, kita enggak boleh pesimistis, mes-ki banyak kabar bahwa nelayan me ngalami banyak kesulitan, bukan berarti semua hanya diam dan enggak terus ber juang. Yuk kita lebih hargai lagi produk-produk lokal terma-suk tangkapan ikan lokal dari nelayan- nelayan Indonesia. (dap/man/ong)