*Lakukan Razia Rutin dan Sidak
GUNUNGKIDUL – Peredaran narkoba bisa terjadi dimana saja, termasuk di dalam rumah tahanan (rutan). Mencegah kemungkinan buruk tersebut, pihak Rutan Kelas II B Wonosari menerapkan dua pola pengawasan, salah satunya melaksanakan razia rutin.
Kepala Rutan Kelas II B Wonosari Ramdhani Boy mengatakan, pola pengawasan berikutnya adalah inspeksi mendadak (sidak), sifatnya situasional. Kedua pola tersebut sudah dilakukan dan sejauh ini situasi masih kondunsif. “Kita bersyukur masih aman,” kata Ramdhani, kemarin (8/4).
Lebih luas dikatakan, jumlah tahanan kasus narkoba hingga sekarang berjumlah lima orang. Kemudian napi yang lain sudah dipindah ke Lapas Narkotika Pakem Sleman untuk menjalani rehabilitasi. Namun begitu, pihaknya belum bisa merinci siapa saja tahanan yang masih tinggal di Rutan Wonosari maupun yang sudah dipindah ke Lapas Pakem Sleman.
Sementara itu, Panit Humas Polres Gunungkidul Ipda Ngadino mengatakan, pada 2014 jumlah penyalahgunaan narkoba yang ditangani ada tujuh kasus dengan melibatkan sebanyak 14 tersangka. Semua tersangka ini adalah pemakai.
Dalam penanganan kasus tersebut diamankan barang bukti berupa 248,33 gram ganja dan shabu seberat 0, 09 gram. Bir 57 botol, vodka 42 botol, anggur empat botol, mansion satu botol dan ciu 118 liter. Sementara memasuki 2015 hingga bulan ini belum ditemukan kasus penyalahgunaan narkoba. “Data terus bergerak, namun dalam rentang 2014 kita berhasil memproses 14 tersangka,” katanya.
Beberapa waktu lalu, tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) DIJ, Satpol PP Gunungkidul dan Polsek Girisubo juga melakukan sidak di Pelabuhan Perikanan Sadeng, Girisubo. Sidak ini digelar untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan nelayan di Pesisir Selatan.
Sedikitnya 27 nelayan yang sebagian besar berasal dari luar daerah dites urinenya untuk memastikan menggunakan narkoba atau tidak.Dari pengecekan tersebut, petugas tidak menemukan adanya penyalahgunaan narkoba. (gun/ila/Nr)