DWI AGUS/RADAR JOGJA
JOGJA – Siswa Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Jogjakarta memamerkan karya tugas akhir di ruang pamer Taman Budaya Yogyajarta (TBY). Bertajuk Art Paradise, pameran ini menyajikan ratusan karya seni rupa. Menyajikan karya enam jurusan seperti jurusan seni lukis, seni patung, desain komunikasi visual, animasi, kriya kayu dan jurusan kriya keramik.
Kepala SMSR Rakhmat Supriyono menilai pameran ini penting bagi para siswa. Terutama sekolah ini mengarahkan agar siswanya mampu berkarya secara nyata. Selain itu dengan adanya pameran ini juga membuktikan kompetensi seni dari setiap siswa.
“Pameran ini merupakan syarat wajib kelulusan setiap siswa. Meski wujudnya tugas akhir, setiap siswa diharapkan memiliki jiwa seni. Tidak hanya sebatas persyaratan wajib kelulusan,” katanya dalam pembukaan pameran kemarin (8/4).
Tema Art Paradise, menurutnya, tidak hanya sebuah jargon namun wujud semangat. Memaknai seni sebagai bentuk keindahan yang menyenangkan, di mana seni hadir dan diwujudkan dengan cara yang menyenangkan.
Rakhmat mencotohkan sosok seniman Eropa Vincent Van Gogh. Di awal kemunculannya, karya Van Gogh tidak diakui. Ini karena dirinya mengusung genre yang tidak biasa, Pasca Impresionis. Selama proses berkarya ia kerap mendapatkan cemooh, bahkan oleh seniman besar sekelas Paul Gauguin.
Karya-karya Van Gogh baru diakui setelah dirinya meninggal. Rakhmat menjelaskan, semasa hidup hanya satu karya yang terjual. Namun pandangan berubah ketika pengamat seni mengakui warna indah dari genre yang diusung Van Gogh.
“Dari sini kita memetik hikmah bahwa dalam berkesenian pun memerlukan proses. Karya-karya besar Van Gogh awalnya tidak diakui, baru setelah meninggal kolektor memburu karyanya. Sehingga perlu adanya usaha lebih dan jangan cepat putus asa untuk menghidupkan seni,” ungkapnya.
Dia juga berharap dalam menggeluti seni tidak dalam tekanan. Artinya benar-benar menyukai secara tulus tanpa paksaan. Apalagi seni menyangkut ngrasa yang dimiliki oleh masing-masing seniman. Jiwa inilah yang diinginkan ada di setiap siswa SMSR dengan adanya pameran ini.
Pameran menyajikan 179 karya dari enam jurusan di SMSR. Beragam karya ini mampu menghadirkan warna yang berbeda. Baik itu dari lukis, patung, desain komunikasi visual, animasi, teknik kriya hingga teknik keramik.
Rakhmat menambahkan minat siswa untuk melanjutkan pendidikan sangat tinggi. Selain ada yang langsung berkarya, tidak sedikit yang melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Tentunya untuk memperdalam ilmu seni yang dimiliki oleh masing-masing insan.
“Pilihan itu tetap ada pada setiap siswa, apakah mau melanjutkan kuliah atau menjadi pekerja kreatif. Tapi saya selalu berpesan agar tidak kehilangan jiwa seni mereka. Karena jiwa seni sangatlah penting,” pesan Rakhmat. (dwi/laz/mga)