HERI SUSANTO/RADAR JOGJA
JOGJA – Upaya penertiban juru parkir (jukir) liar terus dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja. Bersama Satlantas Polresta, Kodim 0734, dan Penyidik PNS (PPNS) Dinas Ketertiban (Dintib) Kota Jogja, mereka berhasil menjaring 12 jukir liar di Kota Jogja, kemarin (8/4).
Salah satunya jukir di depan Puskesmas Tegalrejo, Jalan Magelang, Karangwaru. Petugas yang sudah melakukan pengamatan cukup lama, akhirnya berhasil menangkap jukir liar. “Sebenarnya kalau tidak sampai ke jalan, tidak liar,” tutur Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Jogja Johan Usaha Pinem, di sela penertiban kemarin.
Johan menuturkan, jukir di depan Puskesmas Tegalrejo ini mereka ketahui kerap memarkir kendaraan pengunjung sampai ke tepi jalan umum (TJU). Padahal, bagi jukir yang menggunakan TJU harus memiliki izin ke Dishub Kota Jogja. “Karena terbukti melanggar, kami serahkan ke PPNS untuk diajukan ke pengadilan,” tandas Johan.
Saat penertiban di depan kantor pelayanan kesehatan masyarakat ini mengundang perhatian warga. Juga petugas Puskesmas turut menyaksikan penertiban itu. Bahkan untuk mengelabui petugas, jukir juga sempat menaikkan beberapa kendaraan roda dua ke dalam kawasan Puskesmas.
Tapi, siang kemarin tempat parkir di Puskesmas Tegalrejo memang tengah penuh. Alhasil, upaya sang jukir liar itu pun sia-sia. Petugas gabungan tetap menertibkan dan memberikan surat panggilan penyidikan sebelum dilimpahkan ke pengadilan.
Ia menegaskan, jika tidak mengajukan izin, berarti tak membayar retribusi parkir. Makanya, dari penertiban ini Dishub arahkan ke jukir liar untuk segera mengurus izin parkirnya.
Selain menertibkan di depan Puskesmas Tegalrejo, petugas juga menemukan pelanggaran parkir dan tak berizin di Jalan Ahmad Jazuli, Jalan AM Sangaji, Jalan Pakuningratan, Jalan Magelang, Jalan Margo Utomo serta Jalan Tentara Rakyat Mataram.
“Sebenarnya bisa lebih banyak, karena tadi ada beberapa jukir yang lari dan meninggalkan seragam begitu tahu kami datang,” keluhnya.
Sampai saat ini jumlah jukir yang resmi atau mengantongi surat tugas di Kota Jogja mencapai 900 orang. Tiap jukir itu rata-rata memiliki pembantu parkir tiga orang. Artinya, setiap satu izin parkir biasanya dimanfaatkan tiga orang jukir.
“Kami imbau pemilik kendaraan atau pengguna parkir untuk memarkir di lokasi resmi. Bisa tahu resmi, lihat seragamnya dan mintalah karcis. Jukir liar tidak menggunakan karcis berlogo pemkot dan tidak berseragam,” ujarnya.
Selama ini pendapatan daerah dari retribusi parkir mencapai Rp 6,2 miliar. Target itu sampai triwulan pertama ini sudah terealisasi hingga 27 persen. “Dibandingkan tahun lalu memang menurun Rp 600 juta. Karena beberapa potensi parkir juga menyusut karena penerapan satu arah,” ungkap Kepala Seksi Retribusi Parkir Dishub Kota Jogja Imanudin Aziz. (eri/laz/mga)