HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
BERMANFAAT: Tiana Purba Barnard dari Mount Tarcoola Primary School, Geraldton, Western Australia saat berkunjung ke SD N 4 Wates untuk memperpanjang kerja sama, kemarin (8/4).*Kerja Sama Mount Tarcoola Primary School dan SDN 4 Wates
KULONPROGO – Mount Tarcoola Primary School dan SD Negeri 4 Wates melakukan Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA), kemarin (8/4). Kerja sama bidang pendidikan keduanya sebetulnya sudah berlangsung lama, namun kali ini diperpanjang hingga 31 Desember 2017 mendatang.
Dalam penandatanganan MoA, SDN 4 Wates diwakili Teguh Riyanta, Arni Setiyaningsih, dan Sutarjilah. Sementara dari Mount Tarcoola Primary School diwakili Tiana Purba Barnard seorang guru sekaligus wakil dari Mount Tarcoola Primary School, Geraldton, Western Australia.
Tiana mengungkapkan, pihaknya merasakan manfaat atas kerja sama yang dibangun bersama SDN 4 Wates Kulonprogo. “Selama ini sudah terjalin komunikasi antar anak-anak di Mount Tarcoola Primary School dan siswa SD N 4 Wates melalui media Skype maupun Wikispace,” ungkapnya.
Menurut Tiana, dengan berkomunikasi langsung, siswa di Mount Tarcoola Primary School bisa lebih bersemangat untuk belajar Bahasa Indonesia dan mengenal budaya Indonesia. Bahkan siswa di Australia semakin bersemangat menggali kebudayaan mereka sendiri. “Itu agar saat berdialog dengan siswa di Indonesia bisa menjawab segala pertanyaan tentang budaya,” ujar Tiana yang hadir di SDN 4 Wates bersama putranya.
Sementara itu, Teguh Riyanta menyatakan hal yang sama, banyak sekali manfaat atas kerja sama yang telah terjalin. Setidaknya SDN 4 Wates bisa mengadopsi inovasi-inovasi dari Mount Tarcoola Primary School khususnya dalam pemanfaatan Teknologi Informasi (IT) untuk pembelajaran.
“Anak-anak kami juga semakin lancar berkomunikasi dengan siswa Australia. Dengan IT kita semakin erat hubungannya, semangat mengajar guru Australia yang antusias dan enerjik juga memotivasi para guru di sini,” ujarnya.
Teguh menjelaskan, MoA yang telah ditandatangani kali ini merupakan tindak lanjut Program Bridge dari Kedubes Australia. Itu dilakukan untuk membangun hubungan antara Indonesia dan Ausralia di bidang pendidikan.
“Melalui dialog, komunikasi, tukar menukar budaya antarsekolah. Sementara ini, di Kulonprogo yang mengikuti program ini yakni SDN4 Wates dan SMP 1 Galur,” jelasnya.
Teguh menerangkan, Program Bridge sudah dimulai sejak tahun 2012 dan difasilitasi Disdikpora DIJ. SDN 4 Wates Kulonprogo mendapat kesempatan untuk mengikuti program Bridge dengan mengikuti tes.
Kepala UPTD PAUD Dikdas Kecamatan Wates Haryono menyatakan, kerja sama ini sangat penting dilakukan, sebab manfaat besar sudah dirasakan. “Bisa bertukar program pendidikan, bahkan pertukaran guru dan siswa, sehingga saling dapat manfaat yang sama,” katanya. (tom/ila/Nr)