GUNAWAN/RADAR JOGJA
PEDULI: Petugas menurunkan bahan bangunan untuk membangun rumah darurat korban kebakaran warga Karangasem RT 01/ 08, Pulutan, Wonosari, kemarin (9/4). Warga dengan sukarela gotong royong dan mencari tambahan dana.
GUNUNGKIDUL – Sikap gotong royong dan peduli dengan sesama diperlihatkan oleh warga di Pulutan, Wonosari. Mereka dengan sukarela mau membantu membangun rumah bagi korban kebakaran Widi Suyitno, warga Karangasem RT 01/ 08, Pulutan, Wonosari. Dua rumah kayu berbentuk limasan milik Widi Suyitno dilalap si jago merah belum lama ini. Dengan akan di-bangunnya rumah, korban beserta lima anggota keluarga lainnya tidak lagi menempati tenda darurat. Kepala Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari Tri Untaro mengatakan, dengan berbagai upaya, pembuatan rumah sederhana akan segera dilaksanakan.Tekad masyarakat ini, menyusul dorongan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul yang berharap masyarakat membangun rumah bagi korban, meskipun hanya sederhana. “Sebagai bentuk kepedulian BPBD untuk segera membangun rumah dengan memberikan bantuan asbes dan seng yang cukup untuk satu rumah,” tandas Tri, kemarin (9/4).Menurutnya, bantuan itu sudah diserahkan dan tinggal menunggu kesiapan masyarakat setempat melakukan kerja bakti membangun rumah tempat tinggal bagi korban dan keluarganya. Selain mendapatkan bantuan material dari BPBD, pihak Karang Taruna juga berupaya me-ngumpulkan dana, dengan harapan untuk membantu pendirian rumah. “Bahkan bupati juga sudah rawuh dan memberikan bantuan uang,” ucapnya.
Terpisah, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono mengaku, bantuan bahan bangunan asbes dan seng langsung diberikan dengan harapan rumah segera dibangun. “Rumah yang akan segera dibangun sifatnya masih darurat. Ukurannya tidak terlalu besar dengan atap asbes dan dinding seng, dengan harapan korban tidak lagi menempati tenda,” ujarnya.Dia berharap, pekan ini rumah sudah mulai dibangun. Sebab, bahan bangunan telah siap termasuk kerangka rumah dari bambu yang kebetulan di pekarang-an rumah korban tersedia banyak. “Untuk tenaga kerjanya dilakukan masyarakat dengan kerja bakti. Untuk logistik permakanan bagi korban dan warga yang kerja bakti, juga sudah kita bantu,” ujarnya.Sekadar mengingatkan, musibah kebakaran dua rumah berlangsung pada Sabtu (4/4) siang sekitar pukul 14.20. Tidak ada korban jiwa, namun dua rumah dan semua isinya tidak bisa diselamatkan. Jumlah kerugian yang dialami sekitar Rp 100 juta. Penyebab kebakaran belum diketahui pasti, tetapi diduga kuat akibat tungku yang belum padam. Dalam peristiwa itu emas seberat 100 gram juga ikut hangus terbakar. (gun/ila/ong)