DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
ADU KUAT: Salah satu kelas yang dipertandingkan dalam seleksi O2SN karate tingkat Kabupaten Bantul yang digelar di Dojo Bumiputera, Bintaran kemarin (9/4).
JOGJA-Tahun ini kejuaraan dan penyelenggaraan multievent di tingkat regional maupun nasional digelar berturut-turut. Kondisi ini menjadi perhatian serius KONI dan pengda masing-masing cabang olahraga (cabor) agar para atletnya tidak menga-lami cedera. Sehingga, bisa mendulang prestasi tertinggi.”Cukup repot dan riskan memang,” ujar Wakil Ketua Umum II Binpres Pengda Forki DIJ Irwan-syah Ginting kemarin (9/4).
Se telah Popnas, harus persiapan Pra PON. Setelah itu Porda, dan dilanjutkan PON. Dengan jadwal yang berturut- turut dan berdekatan, pihaknya mengondisikan para atlet agar tidak mengalami cedera.Menurutnya, di tahun ini, selain penyelenggaraan Popnas, Pra PON, dan Porda juga ada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang juga patut diperhitungkan. Ajang kejua-raan berjenjang dari sekolah hingga tingkat nasional ini juga jadi salah satu kegiatan yang penting untuk membina bibit-bibit atlet potensial. Nah, dari delapan 8 cabor yang di-pertandingkan, salah satunya yakni karate.
Menurutnya, masing-masing Pengkab Forki telah mengadakan seleksi tingkat kabupaten dan Kota Jogja. Mereka selanjutnya mengikuti di tingkat provinsi. “Tingkat provinsi akan digelar Mei mendatang. Masing-masing dae-rah mengirimkan 6 atlet,”ujarnya.Enam atlet lolos seleksi O2SN karate tingkat Kabupaten Bantul yang digelar Kamis (9/4) di Dojo Bumiputera, Bintaran. Mereka yang loloa adalah Ratih Tiaswari (kata putri), M Alief Murtado (kata putra), Marda Eka dan Pres-ti Prastika (kumite putri), Pur-wanta, dan Nauval (kumite putra). “Nantinya yang akan mewakili provinsi di O2SN empat orang,” ujar Ginting. (dya/din/ong)