GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
TERTIBKAN JUKIR: Petugas Dishub Kota Jogja menyita seragam juru parkir ilegal yang terkena razia penertiban di Jalan HOS Cokoraminoto, Jogja, kemarin (9/4
JOGJA – Kemacetan beberapa ruas jalan di Kota Jogja ternyata tidak hanya karena masalah penambahan volume kendaraan saja. Beberapa ruas jalan sepeti di Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Magelang, Jalan HOS Cokroaminoto, dan beberapa jalan lain, kemacetan terjadi karena adanya parkir liar di daerah larangan untuk parkir.Seperti yang berhasil ditemukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja ber-sama petugas gabungan dari Polresta, Kodim 0734 Kota Jogja, dan Dinas Keter-tiban (Dintib) Kota Jogja. Saat razia parkir liar yang kedua, mereka menemukan ada-nya juru parkir (jukir) yang tidak tertib.
Mereka memarkir kendaraan untuk roda dua sampai dua baris. Itu pun dengan cara segaris lurus. Tidak serong yang berarti mengurangi volume jalan. “Banyak pelang-garan. Untuk mobil seharusnya sejajar dengan jalan, tapi menyimpang,” tandas Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Jogja Johan Usaha Pinem kemarin (10/4).Selain itu, di daerah larangan parkir, di persimpangan juga banyak untuk par-kir. Alhasil, saat akan ada kendaraan melintas, terjadi antrean panjang. Ka-rena kendaraan roda empat tidak bisa untuk langsung berbelok. “Kami tertib-kan untuk yang daerah larangan. Kami ajukan ke PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil),” jelas Johan.
Sedangkan untuk jukir yang tidak tertib tapi mengantongi izin, mereka hanya mendapatkan pembinaan dari Dishub. Mereka akan dipanggil ke Kantor Dishub di Kompleks Terminal Giwangan.Selain untuk mengurangi kemacetan, penertiban parkir liar ini juga untuk me-nekan kebocoran pendapatan daerah dari retribusi parkir. Ia menegaskan, jika tak mengajukan izin, berarti tak mem-bayar retribusi parkir. Dari penertiban ini Dishub mengarahkan ke jukir liar untuk segera mengurus izin parkirnya.Sampai saat ini, jumlah jukir yang resmi atau mengantongi surat tugas di Kota Jogja mencapai 900 orang. Tiap jukir ter-sebut rata-rata memiliki pembantu par-kir tiga orang. Artinya, setiap satu izin parkir biasanya dimanfaatkan tiga orang jukir. (eri/laz/ong)